Sunday, August 26, 2007

inni akhafullah...

sejauh manakah kecintaanku terhadap-Mu Ya Allah...
sekiranya aku melafazkan rindu dan cintaku terhadap-Mu, tetapi masih ku rasa belum cukup untuk mengecapi tahap keagungan cinta-Mu,

sekuat manakah pendirianku untuk menegakkan kebenaran Agama-Mu Ya Allah...
sekiranya aku menyatakan sepenuh keinginan untuk menjalani hidup sebagai seorang muslimah dan berusaha untuk menjadi seorang mujahidah, tetapi masih ku rasa diriku serba kekurangan sedangkan aku mencuba sedaya upaya untuk menjadi yang terbaik di pandangan-Mu,

seteguh manakah keimananku kepada-Mu Ya Allah...
sekiranya ku rasa terlalu lemah tika kala ujian-Mu hadir dalam hidupku dan ku merasa diriku tidak sanggup untuk menghadapinya...

setakat manakah keinginanku untuk mendapatkan keredhaan-Mu Ya Allah...
sekiranya segala perbuatan yang telah ku lakukan selama ini belum mendapat keberkatan dari-Mu kerana aku belum mampu meninggalkan beberapa perkara yang Engkau larang.

Sesungguhnya aku sungguh sungguh lemah tanpa-Mu Ya Allah...
Pimpinlah daku dalam mengecapi impianku untuk mencari keredhaan-Mu.

(nahs, 26/08/07)

Salaam 'Alaikum semuanya,

I've finished editing parts of my thesis with the help from my supervisor's comments... Alhamdulillah, I only have about 2000+ to go, then insya Allah, I'll be done with my thesis, mudahan Allah permudahkan segala urusanku, Amin...

I came across a few blogs that copy paste a particular article/story regarding 'ber-couple', semoga ia menjadi iktibar untuk kita semua dan may we benefit from it, insya Allah. I personally find it quite disturbing because as I was reading through the long story, I found myself saying "ouch" and biting my lips for contradicting myself, hence knowing that I am a hypocrite myself...

"Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri,padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)?Maka tidakkah kamu berfikir?"

"Do you order righteousness of the people and forget yourselves while you recite the Scripture? Then will you not reason?"

(
Al-Baqarah, ayat 44)


Fyi, it is quite a long post, but it is worth the read - clickey here. I, on the other hand will summarize it in my own words.

A guy's point of view on coupling. Just like any other guys/human being, memang sudah lumrah ada keinginan untuk mencinta dan dicintai. Yes, we all have been there. Bila bercinta, semuanya rasa indah, everything seems perfect and it feels like dunia kitani berdua yang punya. But this guy suddenly realized that in Islam, coupling is actually haraam. Even though niatnya ikhlas untuk mengubah dirinya dan dalam masa yang sama, ia ingin mengubah wanita yang disayanginya, seperti memberi nasihat yang bernas, mengingati untuk solat dan membaca al-Quran, dan sebagainya, just like what I had in mind... prior to reading this post.

(which reminds me of what A told me about more than a year ago - "buat masa ini, kita sama-sama melakukan apa yang terbaik untuk diri kita sendiri, dan untuk kehidupan kita sendiri, dan dalam masa yang sama, kita bertawakkal dan berdoa kepada Allah supaya beroleh keberkatan dari-Nya dalam apa jua yang kita lakukan dalam kehidupan kita... insya Allah, kalau sudah dituliskan dalam Lauh Mahfuz yang awak adalah (dan akan jadi) milik saya dan saya adalah (dan akan jadi) milik awak, walau sekeras mana pun kita tolak benda nie, kalau awak tak suka saya pun, atau kalau saya tak inginkan awak pun, kalau sudah tiba masa dan ketika dan sampai jodoh, kita akan bertemu juga, dengan izin-Nya, kerana jodoh pertemuan itu sudah ditentukan oleh Yang Maha Mengetahui..." - now baru ku faham maksud kata-kata yang dituturkan olehnya dulu...)

Anyways, back to the post:

Tiba satu saat, di dalam satu ukhwah, dia bertanya arah seorang ustaz tentang 'coupling', jawapan yang diterimanya begitu sukar untuk ditelan. Memang lumrah bercinta, even though tani tau atu salah, we will try habis-habisan to find a reason to make it 'acceptable'. Kenapa masih mahu melawan hukum-hukum Allah? Astagfirullah, neez, Ya Allah, ampunkan dosa hamba-Mu ini, betapa jahilnya diriku...

Ustaz mentioned:

Allah firman dalam surah Al-Isra', surah ke 17, dalam ayat yg ke 32:

"Dan janganlah kamu mendekati zina
; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."


"And do not approach unlawful sexual intercourse. Indeed, it is ever an immorality and is evil as a way."

Sambil brother tu bukak Al-Quran dia, dan tunjuk pada saya ayat ini:

"Dan (juga) kaum 'Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam."

"And [We destroyed] ‘Aad and Thamud, and it has become clear to you from their [ruined] dwellings. And Satan had made pleasing to them their deeds and averted them from the path, and they were endowed with perception."

(Surah Al-Anakabut,Surah 29, ayat 38)


"Akhi, kalau nta paham ayat ni, sebenarnya apa yang berlaku pada nta ialah, setan telah buat nta pandang indah benda buruk yang nta lakukan. Walaupun nta berpandangan tajam, maksudnya nta berilmu tinggi. Memang pada mulanya niat nta baik, tapi ingat, syaitan itu sangat licik. Dia akan sedaya upaya buat nta terjerumus ke dalam kemaksiatan. Lagipun, takkanlah sepanjang masa nta sms dengan dia, nta ingat Allah. Mesti ada masanya nta hanya melayan perasaan dengan dia, kan?"Betul juga katanya.

Walau tanpa berjumpa, kita dapat mengelak zina seperti zina mata, zina tangan, zina kaki, zina telinga, zina lidah, tapi masih ada satu zina yang susah sangat untuk dielak - iaitu zina hati yang dilakukan dengan mengingati dan merindui seseorang itu (sigh)

Rasulullah bersabda, mata boleh berzina dgn melihat, lidah boleh berzina dengan bercakap, tangan boleh berzina dengan berpegangan. Kaki boleh berzina dengan berjalan ke arah tempat maksiat. Hati pula boleh berzina dgn merindui, mengingati dan membayangi si dia. Hakikatnye, macam mana pun anta buat, anta tetap tak dapat lari daripada zina hati.

Last-last, the guy texted the girl that same night...

Assalamualaikum..Sebenarnya selama ini hubungan kita salah di sisi Islam. Saya ingat dengan mengubah cara pergaulan kita, ia dah dibolehkan, tapi sebenarnya ia tetap berdosa. Saya harap awak akan istiqamah meneruskan perubahan yang awak dah buat, kerana Allah. Saya minta maaf atas segala yang dah berlaku. Kalau ada jodoh insya-Allah, akan bertemu juga. Assalamualaikum.."


....diselubungi dengan kesedihan, malam tu, the guy ingat satu ayatAllah dari Surah Al-Baqarah yang lebih kurang bermaksud:

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"

"Fighting has been enjoined upon you while it is hateful to you. But perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not"

(Surah Al-Baqarah, ayat 216)

After a few months, I think, the girl sent a text message to the guy with a picture of a flower saying, "seindah gubahan pertama...", meaning that the girl still hasn't got over the guy and the guy replied saying:

"Tiada yang lebih indah daripada mendapat keredahaan Ilahi..seindah manapun gubahan pertama tu, selagi tak mendapat keredhaanNya, tetap tiada gunanya..Assalamualaikum.. saya tahu, dulu saya cakap, kalau ada jodoh, insya-Allah akan bertemu juga. Tapi saya tak nak awak tunggu. Lupakan saya. Biar Allah yang menentukan..Lagi satu, Jangan cari cinta manusia,ia penuh dengan penipuan, kekecewaan, dan tak kekal..Tapi carilah cinta Allah..tiada penipuan, tidakkan pernah mengecewakan itulah cinta abadi..Cinta yang diredhai..-Yang Terakhir- "

Masya Allah, if only I have his courage to do what's right, alangkah indahnya dunia... plus dia yakin, yakin dengan keputusannya, dan yakin dengan Allah bahawa Allah akan sediakan yang terbaik untuk dirinya...

Ya Allah... mampukan aku mengecapi tahap kekuatan hati dan keimanan sepertinya untuk mendapatkan keredhaan-Mu yang selalu ku dambakan dan yang selalu ku tuturkan? tepuk dada tanya selera...

(SO HOW NOW BROWN COW???)

~jangan berhenti berdoa...Tuhan, berikan ku hidayah agar dikuatkan iman yang lemah~

Bertemu dan berpisah hanya kerana Allah...

No comments: