Showing posts with label Reminder.. Show all posts
Showing posts with label Reminder.. Show all posts

Monday, April 28, 2008

An Outcry for the Muslim Ummah.

How much longer can we wait?



katakan saja anda tidak cintakan Islam...

katakan saja anda tidak cintakan Rasulullah s.a.w...

katakan saja.. kalimah tauhid yang anda ungkapkan sebanyak 17 kali tatkala menghadap Rabbul Izzati tidak memberi sebarang makna dalam hidup anda...

katakan saja... anda lebih senang duduk di sofa empuk, berdepanan dengan TV 'flat-screen' anda sambil menonton rancangan yang melalaikan di kaca tv (bahkan tidak menambahkan iman walau sedikitpun) sambil fikiran memikirkan tentang plan-plan untuk esok hari...

katakan saja... anda tidak mengaku saudara seislam yang tidak tinggal di bumi yang anda pijak yang menyebabkan anda 'leka' dan tidak peduli tentang perkara yang menimpa mereka di sana...

katakan saja... anda lebih rela kehilangan Islam demi untuk mengekalkan tradisi, lebih rela menjual maruah Islam demi kepentingan duniawi, lebih rela menutup sifat-sifat kejahilan dengan nama seorang 'muslim'...

katakan saja... anda lebih rela mengatur kehidupan anak-anak anda untuk mencapai akademik yang berpaling jauh dari mendalami pengetahuan tentang Islam...

katakan saja... anda lebih rela menghabiskan wang ringgit untuk menghantar anak-anak menghadiri 'extra class' atau 'tuition' sedangkan untuk menghadiri kelas mengaji al-Qur'an dilengah-lengahkan (bahkan tidak diambil kira), sedangkan untuk menghadiri kuliah-kuliah agam disoal siasat akan 'kebenaran' yang disampaikan, sedangkan untuk menginfakkan harta dan pengorbanan masa untuk berjihad di jalan Allah disekat dengan alasan bahawa mereka belum cukup 'iman' untuk berdakwah, belum cukup 'ilmu' untuk mengajar orang lain, belum cukup 'baik' untuk menjadi contoh kepada orang lain...

katakan saja... anda tidak cintakan Islam dan tidak cintakan Rasulullah s.a.w. dan tidak rindukan kegemilangan yang pernah kita kecapi di suatu masa dahulu dan tidak impikan kesatuan UMMAH dan tidak inginkan KEBEBASAN hak manusia untuk saudara seislam kita di seluruh dunia...

Bangunlah wahai saudaraku, sedarlah wahai saudaraku... di masa kamu sibuk memikirkan tentang apa yang perlu di buat untuk esok hari, saudara islam kita di palestin sedang berijtihad untuk menghadapi cuaca malam yang mendinginkan tanpa bekalan elektrik dan penghawa panas, tanpa bekalan makanan yang cukup dan perubatan yang diperlukan, tanpa pertolongan orang lain kecuali Allah...

sedarlah wahai saudaraku, tatkala kamu sibuk bersuka ria dengan ragam hidup ala barat yang memesongkan, yang melalaikan, yang membawa kepada kekosongan jiwa dan menjauhkan diri dari Allah s.w.t, saudara islam kita yang lain sedang berlumuran airmata dan darah demi untuk memperjuangkan keamanan tanah air yang di serang oleh zionis tanpa belas kasihan...

sedarlah wahai saudaraku, bukalah mata hatimu, kembali kepada Allah, kembali kepada Al-Qur'an... kerana kita semua akan dipersoal di hadapan Yang Maha Adil tentang apa yang telah kita lakukan demi membela nasib umat islam seagama.

APA JAWAPAN KITA NANTI?

  • saya terlalu sibuk dengan kerjaya?
  • saya telalu sibuk dengan hal-hal rumahtangga?
  • saya terlalu sibuk membuat revision untuk peperiksaan?
  • saya terlalu sibuk dan tiada masa untuk memikirkan hal-hal orang lain?
  • saya terlalu sibuk dengan urusan duniawi?
  • saya tidak tahu apa yang berlaku di bumi palestin?
  • saya kurang pengetahuan tentang sejarah Islam?
dan bemacam alasan lagi!

sesungguhnya Iblis dan syaitan tidak pernah lalai dan leka dan 'terlalu' sibuk untuk memesongkan kita, untuk melalaikan kita, untuk menjauhkan kita dari menanamkan kecintaan kepada kalimah tauhid, kepada Islam... mereka tidak punya alasan untuk berusaha bermati-matian untuk menyesatkan anak cucu nabi Adam sehingga hari kiamat... inikan kita?

luangkan masa selepas setiap solat kita untuk bermunajat kepada Allah s.w.t. untuk menyatukan hati umat Islam di seluruh dunia agar kita dapat bangkit semula menentang kekejaman yang telah lama berlarutan... semoga impian membina empayar KHALIFAH akan menjadi kenyataan!

Hizb ut-Tahrir!


TAKBEER!!!

Tiada penakluk yang berkuasa melainkan Allah!

Tuesday, April 22, 2008

Penyakit Wahan.

From Tsauban r.a.; Rasulullah s.a.w. said: "The nations will soon crowd against you like the gluttons crowd around their dish..."
One asked: "Is it because we will be few in number at that time?"
Rasulullah s.a.w. replied, "No, at that time you will be many but you will be (like) scum as the scum of the flood... and Allah will remove the awe of you from the hearts of your enemies, and Allah will throw Wahn into your hearts"
Another asked: "What is Wahn, O Messenger of Allah?"
The Prophet s.a.w replied, "The love of this life and the hatred of death"

Daripada Tsauban r.a. berkata:
Rasulullah s.a.w. bersabda; "Hampir tiba suatu masa di mana bangsa-bangsa dun seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-­orang yang hendak makan mengerumuni talam hidangan mereka".
Maka salah seorang sahabat bertanya "Apakah dari kerana kami sedikit pada hari itu?"
Nabi saw. menjawab, "Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gerun terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan mencampakkan ke dalam hati kamu penyakit 'wahan'".
S
eorang sahabat bertanya, "Apakah wahan itu hai Rasulullah?"
Nabi kita nenjawab, "Cinta pada dunia dan takut pada mati".

H.R. Abu Daud



Keterangan

Memang benar apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Keadaan umat Islam pada hari ini, menggarnbarkan kebenaran apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Umat Islam walaupun mereka mernpunyai bilangan yang banyak, iaitu 1,000 juta (1/5 penduduk dunia), tetapi mereka selalu dipersendakan dan menjadi alat permainan bangsa-bangsa lain. Mereka ditindas, diinjak-injak, disakiti, dibunuh dan sebagainya. Bangsa-bangsa dari seluruh dunia walau pun berbeza-beza agama, mereka bersatu untuk melawan dan melumpuhkan kekuatannya.


Sebenarnya, segala kekalahan kaum Muslimin adalah berpunca dari dalam diri kaum muslimin itu sendiri, iaitu dari penyakit 'wahan" yang merupakan penyakit campuran dari dua unsur yang selalu wujud dalarn bentuk kembar dua, iaitu “cinta dunia” dan 'ttakut mati". Kedua-dua penyakit ini tidak dapat dipisahkan. "Cinta dunia" bermakna tamak, rakus, bakhil dan tidak mahu mendermakan harta di jalan Allah s.w.t. Manakala “takut mati" pula bermakna leka dengan kehidupan dunia dan tidak membuat persiapan untuk menghadapi negeri akhirat dan tidak ada perasaan untuk berkorban dengan diri dan jiwa dalam memperjuangkan agarna Allah s.w.t.


Kita berdoa agar Allah s.w.t. menurunkan mushrahNya kepada kaurn muslimin dan memberikan kepada mereka kejayaan di dunia dan di akhirat.



source: here.

Monday, March 31, 2008

Ikhlas.

“Life is short, time is precious, death near, and the distance to travel great, while the moment of standing before God to account for everything, however insignificant, is daunting and hard.” [Imam al-Haddad]

Assalamu'alaikum,

It's the last day of March. Time flies oh so quickly. Whether we realize it or not, whether we have filled our time beneficially or not with whatever it is that keeps us going, whether we have done things we regretted and realize it or not, whether we notice all the things that Allah has shower upon us or not, it doesn't make a difference - time goes by anyway!

Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran [Surah Al-'Asr, Ayat 1-3]

By time. Indeed, mankind is in loss, except for those who have believed and done righteous deeds and advised each other to truth and advised each other to patience [Surah Al-'Asr, Verse 1-3]


For UK residents, yesterday was the day when you turn back your clock/time one hour and now it's the time when day starts to get longer (which is also my favourite time of the year~). It also means that the difference between Brunei and UK now is seven hours instead of eight. Plus, spring time means flowers EVERYWHERE! Booootifulllll! Simply boooootifuuuullllll!

Let Allah be my witness, that for tomorrow to come, may Allah make it easy for me, insya Allah. Preparing for it won't be my main aim because before it started I have already set my heart and niat to do it for the sake of Allah and that if He already ordain it for me, if my name is already written to receive this rezeki, and if this rezeki is mine no matter what, then I am redha with whatever comes after and I pray that Allah will make it easy for me, Ameen~

Ikhlaskan pada hati, amal kerna Ilahi~


Ikhlas adalah melakukan amal, baik perkataan maupun perbuatan ditujukan untuk Allah semata. Alquran menyuruh kita ikhlas (QS Yunus [10]: 105). Rasul SAW mengingatkan, ''Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridha Allah semata.'' (HR Abu Dawud dan Nasa'i). Imam Ali RA juga berkata, ''Orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amal diterima oleh Allah.''

Kendati bersimbah peluh, berkuah keringat, menghabiskan tenaga, menguras pikiran, kalau tidak ikhlas, sebesar apa pun amal, sia-sia di mata Allah. Maka, sungguh rugi orang yang bertempur, mempertaruhkan nyawa dengan niat ingin disebut pahlawan, atau orang yang sedekah habis-habisan hanya ingin disebut dermawan.

Seorang sufi menuturkan, ''Ikhlas berarti engkau tidak memanggil siapa pun selain Allah SWT. Untuk menjadi saksi atas perbuatanmu.'' Ikhlas menjadi benar-benar teramat penting yang akan membuat hidup ini menjadi indah, ringan, dan bermakna.

Ikhlas akan membuat jiwa menjadi independen, merdeka, tidak dibelenggu pengharapan akan pujian. Hati menjadi tenang karena ia tidak diperbudak penantian mendapat penghargaan ataupun imbalan dari makhluk. Penantian adalah hal yang tidak nyaman, menunggu pujian atau imbalan adalah hal yang dapat meresahkan, bahkan bisa mengiris hati bila ternyata yang datang sebaliknya, caci maki. Orang yang tidak ikhlas akan banyak menemui kekecewaan dalam hidup, karena ia banyak berharap pada makhluk yang lemah, ia mengikatkan diri pada tali yang rapuh.

Jabatan tak kan membuat terpesona hati orang yang ikhlas. Ia tidak ujub dengan jabatan setinggi langit, dan tidak minder dengan jabatan yang rendah. Dalam benaknya Allah menilai bukan dari jabatan, tapi tanggung jawab terhadap amanah dari jabatannya itu. Ia sangat yakin akan janji dan jaminan Allah yang Mahakaya.

Justru imbalan manusia tiada apa-apanya dibanding imbalan Allah SWT. Sungguh tak ada risau, tak khawatir ditipu, dikhianati, bila dekat dengan seorang hamba yang ikhlas. Justru sebaliknya, orang akan merasa nyaman karena sikap dan tutur katanya menghargai dan menyejukkan, penuh manfaat, karena orang yang ikhlas perhatiannya fokus memberi yang terbaik untuk Allah yang selalu menatapnya. Imbasnya akan memberi kebaikan pada orang yang berada di kanan-kirinya. Dan Allah beri penghargaan pada mereka (QS An-Nisa [4]: 146). Subhanallah, adakah yang lebih berharga dari pemberian Allah? Maka, nikmat Tuhan manakah yang kita dustakan?

source: here

Sunday, March 30, 2008

Minah Tudung.

Minah minah tudung zaman sekarang ramai cacat otak [bodoh]
Pakai tudung tapi pakai pakaian ketat ketat [bodoh]
Ada pula pakai tudung tapi pakai t-shirt pula [bodoh]
Mana ke tidak masyarakat kita di pandang rendah [bodoh]

Keluar dengan mak pakai tudung
Pakai sopan aurat tertutup
Tapi bila keluar dengan kawan aurat tertedah
Bagi lelaki tengok percuma
Aku sendiri tengok pon heran
Agama kuat tapi baju ketat
Buka tudung rambut perang

Perang perang
Konon tu nak tunjuk belang
Tindik sini tindik sana
Bukan di telinga sahaja
Lidah pon ada
Muke decent tetapi perangai nonsense
Ikut sesuke hati dia
Tapi tak ikut segi agama

Dengan ibubapa pakai baju lengan panjang seluar panjang tapi di belakang
Lain cerite macam monster
Cabut kening ada tatu di badan dia
Pakai makeup pakai lipstick punya tebal
Macam momok macam momok

Masya ala masya ala
Tak boleh angkat tak boleh angkat
Tengok dia tengok dia
Goyang pantat goyang pantat
Masuk club pakai tudung
Pergi tandas buka tudung

Ooh
Kemana pergi budaya
Kemana pergi agama
Mana pergi melayu kita

Dengar sini semua
Jangan ikut trend masa kita
Kita rosak kita hancur
Siapa nak jawabkan bila kita di kubur
Mak nak jawabkan [sorry sikit]
Bapa jawabkan [sorry sikit]
Atuk jawabkan [sorry sikit]
Berani buat berani tanggung sendiri

Pikir baik baik
Pikir masak masak
Jangan kita menyesal di hari kelak
Pikir baik baik
Pikir masak masak
Jangan kita menyesal di hari kelak

Berubahlah kamu sebelum kamu diberubahkan
Ye lah tuk
Tuk juga yang pandai kan
Wateva lah tuk
Eh eh budak ni

Friday, March 28, 2008

redha.

Do not fall into despair if blessings come late, even though you keep asking for them, because Allah has promised to heed prayers. Yet the wish to be granted will be granted because He wishes it for you, not because you wish it for yourself. Ibn `Ata’ Allah al-Iskandar


Assalamu'alaikum wbh,


it has been a very busy (filled with activities and 'stuff' to do) weeks indeed, that I found myself being exhausted and yet still have the time to do more stuff. How amazing is that? :)


Alhamdulillah I am in the best of health, the best of age, the best of contentment! Masya Allah. Kaifa haluki dearest? It's enough to know that you still read this blog, even though it hasn't been progressing well as well as how it really is in real life :) Alhamdulillah... but at least :) the effort still counts, yes?


May you are in the best of health and iman!


Alhamdulillah, Allah has given me abundant rezeki these past few weeks. I am just so content and overwhelmed with the things I got to do that I just feel thankful to Allah for giving me such opportunities. I suppose with all the 'free' time I have in my hands, I have nothing better to do than grabbing every free time I have to do more stuff of my interest - anything that has something to do with my ad-deen, of course.


Raihan's Demi Masa song is a good reminder to myself first and foremost.


Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara;

sihat sebelum sakit

muda sebelum tua

kaya sebelum miskin

lapang sebelum sempit

hidup sebelum mati


I am redha with the fact that I am yet to be dubbed as a 'working citizen', hence I am also redha that Allah knows best, that it is not my time yet, perhaps this time around, it is best for me to make use of that free time to spend my time with those of from whom I can learn and gain more knowledge about Islam, perhaps this time around, I am supposed to work more on tarbiyah-ing myself, muhasabah diri, preparing myself for what I really want in this life, what are my goals, where do I wanna go from here and what do I want to achieve in the end? By terming 'in the end', I mean akhirah. Plus, I get to work more on doing voluntary works helping people :) that gives me the satisfaction I can't describe.


It all comes back to niat, I suppose.


innamal a'malu binnyah - setiap perbuatan tergantung daripada niat.


If we do something for the sake of Allah and to achieve His redha, then we tend to not expect a lot from people, we don't expect much about being appreciated and recognized for doing something, because we know there is a much greater 'gift' in the eyes of Allah, that Allah has provided a much better recognition for those who have faith and believe in His promises. And these past few months, I have learnt a lot about the difference in doing something for the sake of Allah - nawaitulillah - and for the sake of something other than Allah - nawaitu-whatever.


Yes, true, sometimes recognition and praises can help to motivate us to continue doing what we are doing, and then what? After you get recognition and praises, don't you ever get tired of trying to improve yourself in order to get more praises and recognition from people? Isn't it exhausting? People can also get tired of complimenting you. But then what do I know? heehee. husnuzhon, neez! hati dan fikiran, sangka baik!! :)


Coming back to doing something for the sake of Allah, I suppose, the difference is that you feel that 'extra' contentment, that feeling of satisfaction because you know you do something good and you know that Allah is your witness. She said that, "if we are chasing after fame, it would be very easy for us to do and get that, but because our intentions are not heading towards that (fame and recognition) but because we love doing this for the sake of Allah and to continue what Rasulullah s.a.w. has started some 1400 years ago, so we need no recognition from others except the redha of Allah, and so that when we are gathered at Padang Masyhar later, we would be able to stand beside Rasulullah s.a.w. and say to him that we have tried our best..."


and that is what matters the most.


Okay, I think I'm beginning to go astray from my initial topic. So I think I better stop here because it's FRIDAY and you know what happens on FRIDAY! ;) So I need to get ready. I miss my girls!!


I love my Halaqah Muslimahs! KKH& GG!


Wednesday, March 26, 2008

untukmu yang bernama wanita Islam...

peringatan buat diri ana dan buat semua pembaca yang dimuliakan Allah...semoga menjadi iktibar dan pengajaran serta panduan buat kita semua dalam menuju ke arah kesempurnaan akhlak diri sebagai seorang wanita muslimah demi meraih redha Allah, insya Allah :)


dipetik dari kiriman email yahoogroup.

*******************

:bila wanita menjaga aurat:

Bila wanita menjaga auratnya dari pandangan lelaki bukan muhram, bukan sahaja dia menjaga maruah dirinya, malah maruah wanita mukmin keseluruhannya. Harga diri wanita terlalu mahal. Ini kerana syariat telah menetapkan supaya wanita berpakaian longgar dengan warna yang tidak menarik serta menutup seluruh badannya dari kepala hingga ke kaki.

Kalau dibuat perbandingan dari segi harta dunia seperti intan dan berlian, ianya dibungkus dengan rapi dan disimpan pula di dalam peti besi yang berkunci. Begitu juga diumpamakan dengan wanita, Kerana wanita yang bermaruah tidak akan mempamerkan tubuh badan di khalayak umum. Mereka masih boleh tampil di hadapan masyarakat bersesuaian dengan garisan syarak. Wanita tidak sepatutnya mengorbankan maruah dan dirinya semata-mata untuk mengejar pangkat, darjat, nama, harta dan kemewahan dunia.

Menyentuh berkenaan pakaian wanita, alhamdulillah sekarang telah ramai wanita yang menjaga auratnya, sekurang-kurangnya dengan memakai tudung. Dapat kita saksikan di sana sini wanita mula memakai tudung. Pemakaian tudung penutup aurat sudah melanda dari peringkat bawahan hingga kepada peringkat atasan. Samada dari golongan pelajar-pelajar sekolah hinggalah kepada pekerja-pekerja pejabat-pejabat.

Walaupun pelbagai gaya tudung diperaga dan dipakai, namun pemakaiannya masih tidak lengkap dan sempurna. Masih lagi menampakkan batang leher, dada dan sebagainya. Ada yang memakai tudung, tetapi pada masa yang sama memakai kain belah bawah atau berseluar ketat dan sebagainya. Pelbagai warna dan pelbagai fesyen tudung turut direka untuk wanita-wanita Islam kini.

Ada rekaan tudung yang dipakai dengan songkok di dalamnya, dihias pula dengan kerongsang (broach) yang menarik. Labuci warna-warni dijahit pula di atasnya. Dan berbagai-bagai gaya lagi yang dipaparkan dalam majalah dan suratkhabar fesyen untuk tudung. Rekaan itu kesemuanya bukan bertujuan untuk mengelakkan fitnah, sebaliknya menambahkan fitnah ke atas wanita.

Walhal sepatutnya pakaian bagi seorang wanita mukmin itu adalah bukan sahaja menutup auratnya, malah sekaligus menutup maruahnya sebagai seorang wanita. Iaitu pakaian dan tudung yang tidak menampakkan bentuk tubuh badan wanita, dan tidak berhias-hias yang mana akan menjadikan daya tarikan kepada lelaki bukan muhramnya. Sekaligus pakaian boleh melindungi wanita dari menjadi bahan gangguan lelaki yang tidak bertanggungjawab.

Bilamana wanita bertudung tetapi masih berhias-hias, maka terjadilah pakaian wanita Islam sekarang walaupun bertudung, tetapi semakin membesarkan riak dan bangga dalam diri. Sombong makin bertambah. Jalan mendabik dada. Terasa tudung kitalah yang paling cantik, up-to-date, sofistikated, bergaya, ada kelas dan sebagainya. Bertudung, tapi masih ingin bergaya.

Kesimpulannya, tudung yang kita pakai tidak membuahkan rasa kehambaan. Kita tidak merasakan diri ini hina, banyak berdosa dengan Tuhan mahupun dengan manusia. Kita tidak terasa bahawa menegakkan syariat dengan bertudung ini hanya satu amalan yang kecil yang mampu kita laksanakan. Kenapa hati mesti berbunga dan berbangga bila boleh memakai tudung?

Ada orang bertudung tetapi lalai atau tidak bersembahyang. Ada orang yang bertudung tapi masih lagi berkepit dan keluar dengan teman lelaki . Ada orang bertudung yang masih terlibat dengan pergaulan bebas. Ada orang bertudung yang masih menyentuh tangan-tangan lelaki yang bukan muhramnya. Dan bermacam-macam lagi maksiat yang dibuat oleh orang-orang bertudung termasuk kes-kes besar seperti zina, khalwat dan sebagainya.

Jadi, nilai tudung sudah dicemari oleh orang-orang yang sebegini. Orang Islam lain yang ingin ikut jejak orang-orang bertudung pun tersekat melihat sikap orang-orang yang mencemari hukum Islam. Mereka rasakan bertudung atau menutup aurat sama sahaja dengan tidak bertudung. Lebih baik tidak bertudung. Mereka rasa lebih bebas lagi.

Orang-orang bukan Islam pula tawar hati untuk masuk Islam kerana sikap umat Islam yang tidak menjaga kemuliaan hukum-hakam Islam. Walaupun bertudung, perangai mereka sama sahaja dengan orang-orang bukan Islam. mereka tidak nampak perbezaan agama Islam dengan agama mereka.

Lihatlah betapa besarnya peranan tudung untuk dakwah orang lain. Selama ini kita tidak sedar diri kitalah agen bagi Islam. Kita sebenarnya pendakwah Islam. Dakwah kita bukan seperti pendakwah lain tapi hanya melalui pakaian.

Kalau kita menutup aurat, tetapi tidak terus memperbaiki diri zahir dan batin dari masa ke semasa, kitalah punca gagalnya mesej Islam untuk disampaikan. Jangan lihat orang lain. Islam itu bermula dari diri kita sendiri.

Ini tidak bermakna kalau akhlak belum boleh jadi baik tidak boleh pakai tudung. Aurat, wajib ditutup tapi dalam masa yang sama, perbaikilah kesilapan diri dari masa ke semasa. Tudung di luar tudung di dalam (hati). Buang perangai suka mengumpat, berdengki, berbangga, ego, riak dan lain-lain penyakit hati.

Walau apapun, kewajipan bertudung tidak terlepas dari tanggungjawab setiap wanita Muslim. Samada baik atau tidak akhlak mereka, itu adalah antara mereka dengan Allah. Amat tidak wajar jika kita mengatakan si polanah itu walaupun bertudung, namun tetap berbuat kemungkaran. Berbuat kemungkaran adalah satu dosa, manakala tidak menutup aurat dengan menutup aurat adalah satu dosa lain.

Kalau sudah mula menutup aurat, elak-elaklah diri dari suka bertengkar. Hiasi diri dengan sifat tolak ansur. Sentiasa bermanis muka. Elakkan pergaulan bebas lelaki perempuan. Jangan lagi berjalan ke hulu ke hilir dengan teman lelaki. Serahkan pada Allah tentang jodoh. Memang Allah sudah tetapkan jodoh masing-masing. Yakinlah pada ketentuan qada' dan qadar dari Allah.

Apabila sudah menutup aurat, cuba kita tingkatkan amalan lain. Cuba jangan tinggal sembahyang lagi terutama dalam waktu bekerja. Cuba didik diri menjadi orang yang lemah-lembut. Buang sifat kasar dan sifat suka bercakap dengan suara meninggi. Buang sikap suka mengumpat, suka mengeji dan mengata hal orang lain. jaga tertib sebagai seorang wanita. Jaga diri dan maruah sebagai wanita Islam. Barulah nampak Islam itu indah dan cantik kerana indah dan cantiknya akhlak yang menghiasi peribadi wanita muslimah.

Barulah orang terpikat untuk mengamalkan Islam. Dengan ini, orang bukan Islam akan mula hormat dan mengakui "Islam is really beautiful". Semuanya bila individu Islam itu sudah cantik peribadinya. Oleh itu wahai wanita-wanita Islam sekalian, anda mesti mengorak langkah sekarang sebagai agen pengembang agama melalui pakaian.

Selamat beramal..

Saturday, March 15, 2008

Istighfar - Saff-one.

Astaghfirullah Robbal Baroyaa
Astaghfirullah Minal Khothooya
Astaghfirullah Robbal Baroyaa
Astaghfirullah Minal Khothooya

Robbiy Zidniy 'ilman Naafi'aa
Wawaffiqlii 'amalan Maqbuulan
Wawahablii Rizqon Waasi'aa
Watub 'alayya Taubatan Nashuuha
Watub 'alayya Taubatan Nashuuha

Wahai Tuhan daku bermohon
keampunan dan kemaafan
tambahkan padaku ilmu yang berguna
terimalah amalanku
dan perkenankan taubat hambaMu

Thursday, March 13, 2008

Muhasabah Diri.

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang...

Assalamu'alaikum,

Alhamdulillah, ana panjatkan syukur ke hadrat Allah s.w.t. di atas rezeki yang telah dikurniakan untuk hari ini. Alhamdulillah, ana panjatkan sepenuh doa untuk kebahagiaan selalu meresap ke dalam sanubari semuanya. Semoga salam kerinduan selalu tercurahkan kepada Junjungan Besar kita, Nabi yang terakhir, Nabi Muhammad s.a.w. serta ahli kerabat baginda serta para pengikutnya yang setia hingga ke akhir zaman...

Sabda Rasulullah s.a.w.;

Tidak akan masuk syurga orang yang di dalam hatinya memendam sebesar biji sawi dari sifat sombong

Lets reflect on this, because I am reminding myself first and foremost.

This morning, I woke up with the intention of attending a senior H with her. But Allah indeed is the best planner. Being the flexible type, I jumped to the idea of going groceries shopping with her and the mother. At least I'd be out, I thought.

I was standing in front of the mirror, trying to figure out what to wear. Somehow, today, it was a big issue for me on deciding what to wear. Somehow, today, of all days, I worried about what I wear. So much so, it took me more than an hour to really decide on what to wear, even though as I was waiting for her to pick me up, I was still fighting with my inner nafs questioning what I had chosen to wear. Long skirt, a dress and tudung labuh. Somehow my heart was not at ease. Usually, when I feel comfortable on what I wear, no questions about it, I'd be satisfied. But today, I questioned myself. Something felt wrong.

Not the skirt.

Not the tudung labuh.

But the dress. It was a bit 'fit' than usual, I admit. So as I stepped out of the house, somehow it just felt un-comfortable. All the way, I was fighting with my mind, why I let myself out like that. I questioned my intention, WHO do I want to please by wearing so? To please myself? To please those who see me? or to please My Creator? Because, I, for sure wasn't pleased at all. I know, because I don't feel comfortable most of the time, and I worry about all the eyes that might be 'attracted' unintentionally. I didn't feel 'safe'. I didn't feel 'protected'.

I sighed.

Fighting the nafs is the hardest one of the hardest tests.


Takabbur juga boleh melibatkan diri dalam pakaian, jika ia menunjuk-nunjuk kerana takabbur, ataupun pura-pura menunjukkan tawadhu'. Tandanya ialah bila ia sangat mengambil berat untuk memperhiaskan diri dengan pakaian-pakaian yang elok kerana mencari kemasyhuran ataupun menarik perhatian orang ramai [Bimbingan Mu'minin; Imam Ghazali, ms. 623]

I cringed upon reading that bit. Astaghafirullahalazim.

Even though, nothing bad happened, but I felt 'ashamed' at myself. I took my tafseer out, and I read over and over again these two verses:

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka... [24:31]

And tell the believing women to reduce [some] of their vision and guard their private parts and not expose their adornment except that which [necessarily] appears thereof and to wrap [a portion of] their headcovers over their chests and not expose their adornment except to their husbands... [24:31]

Wahai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang [33:59]

O Prophet, tell your wives and your daughters and the women of the believers to bring down over themselves [part] of their outer garments. That is more suitable that they will be known and not be abused. And ever is Allah Forgiving and Merciful [33:59]

And it made me think - Allah knows! That is why, a muslimah who understands the meaning of "menutup aurat", take the matter of "menutup aurat" seriously, despite what other people might think, because all that matters is what Allah thinks.

Perhaps my niat wasn't right this morning. Perhaps this morning, I thought, hey, I bought that dress and I haven't worn it in a long time ever since I opt for jubah and loose long dress for the past few weeks, so WHY NOT?

TSK!

Begitu lemah iman ana! Ya Allah~ ampunkanlah dosa hambaMu ini, ya Allah~

Then, I thought. All these while, I have been meaning to understand from a woman's point of view, without having the slightest interest to understand from a man's point of view with regard to this. She wrote a post regarding this which I personally think is a worthy read, and I found a few articles that I can relate to this. Hope it helps, insya Allah, for us, muslimahs, to understand why it is vital for us to cover up - the correct way, not just for the sake of 'covering up' or 'following fashion or trend' or whatever reasons that our little mind can think of. (Sesungguhnya syaitan itu bekerja sepenuh masa tanpa henti untuk melemahkan iman yang ada di dada...)

Jadikan iktibar dengan situasi-situasi di bawah nie and feel free to add or comment or criticize anything regarding to this issue...


1) Tolonglah wahai wanita: rayuan lelaki


95% jiwa memberontak nak melakukan seks bebas/zina.. 5% jer tinggal sebab takut nanti Allah marah dan sebab kerana aku orang Islam, nasib baik Islam tak bagi. Jalan kearahnyer cukup mudahhhh, sangat mudah bagi saya, tak payah rogol-rogol atau paksa atau bayar. Free sahaja, dah macam-macam strategi saya gunakan untuk penjarakan nafsu ini, sampai membuat perintah berkurung tak payah keluar rumah tapi mana boleh setiap hari, mesti juga kena keluar pergi kerja.


Secara jujurnyer sebahagian orang perempuan zaman sekarang dah melampau!!!! berpakaian melampaui batas tanpa segan silu. atau ada perasaan malu, saya ni oranglelaki kalau disuruh pakai seluar pendek celah kangkang berbaju singlet pergi ke tempat khalayak ramai pun tak sanggup.. maluuuu.. tapi ada orang perempuan yang sanggup pada masa kini mana pegi hilang malunyer aku pun tak tau... menyusahkan akuuu...


Kepada kaum perempuan aku merayu tutuplah aurat muuu.. tutup setutupnyerrr. . kasihanilah aku yang terpaksa berperang setiap hari oleh dek kerana perbuatan kamu... tolongglahhh. .. aku bukan orangwarakk.. aku bukan orangalim ulamak.. aku hamba Allah yang biasa.. tak tau sampai bila aku mampu bertahan..


---for more, click here


Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:


Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu: (1) Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam); (2) Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta tidak dapat akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian." (Riwayat Muslim)


2) Aurat wanita: apa sudah jadi?


Jilbab, iaitu pakaian yang lebarnya semacam baju kurung untuk dipakai oleh kaum wanita bagi menutupi tubuh badannya. Syeikh Dr Yusof Al-Qaradawi menerangkan "Sebahagian perempuan Jahiliah apabila keluar rumah, mereka suka menampakkan sebahagian kecantikannya, misalnya dada, leher dan rambut, sehingga mereka ini diganggu oleh laki-laki fasik (jahat) dan yang suka berzina, kemudian turunlah ayat di atas yang memerintahkan kepada orang-orang perempuan Islam untuk melabuhkan jilbabnya itu sehingga semua bahagian-bahagian tubuhnya yang boleh membawa fitnah itu tidak kelihatan. Dengan demikian secara zahirnya pula mereka itu akan dikenali sebagai wanita yang terpelihara (‘afifah) serta tidak mudah diganggu oleh orang-orang yang suka kejahatan atau orang-orang munafik.



for full read, click here.



3) this one is a video, and it is highly recommended. Checking out girls~ Click here


ps: may it become a reminder to me first and foremost, and to us muslimah, my dearest sisters in Islam, every time we get out of the house and we 'pamerkan' our perhiasan untuk those yang tidak berhak untuk melihat perhiasan (aurat kecantikan) kitani, we are not just melakukan dosa kepada Allah dengan membuka aurat kitani, tapi kitani jua meng-'invite' anasir-anasir yang buruk yang datang dari pihak lelaki (terutama yang 'berpenyakit' hatinya) seperti berkelakuan kurang ajar, inda membagi tani respect yang kitani deserve as a muslimah, dan yang sewaktu dengannya.

Remember my sisters, reflect upon ourselves first before we blame others for the way they treat us - there's a saying, if you want to get respect, you have to give respect - jika anda mahu dihargai oleh orang lain, anda terlebih dahulu mestilah menghargai diri anda sendiri and what is the best way to 'hargai' diri sendiri? Tunjukkanlah dengan akhlak dan peribadi sebagai seorang muslimah, sesuatu yang sangat mahal dan sangat payah untuk dibuat... one of the ways, of course, dress appropriately, tutuplah auratmu wahai adikku, tutuplah auratmu yang wajib di tutup...lakukanlah kerana Allah, untuk mencari keredhaan Allah semata-mata, insya Allah, Allah akan melindungimu...

...tetapi boleh jadi kami tidak menyenangi sesutatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. [2:216]

...but perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not [2:216]


pps: stick with jubah, neez! In fact, Friday-Wearing-Jubah Day should be Everyday-Wearing-Jubah Day!

You, I wubs!!! Jazakillah to you and your mum for today!! And I can't wait for tomorrow, I miss the girls!!!

KKH & GG!!

Thursday, January 03, 2008

Look what I got...


Salaam 'Alaik everyone,

So...

Yesterday I almost finished reading the whole e-book of Ayat-Ayat Cinta when she told me I could get a copy of it in Brunei, so I told myself to be patient, pray that if it's my rezeki to have that book then I'd be thankful, but if not, then I'd be thankful as well.

I was about to give up when I went to the bookshop and didn't seem to find it, then, all of a sudden, I sorta move a book to read the synopsis, when the book I was looking for was just behind it. Exciting much! Alhamdulillah, I smiled.

So, not only I got the one I wanted, I also got another novel by the same author (Habiburrahman El Shirazy - "Ketika Cinta Bertasbih") of which, the second episode is highly recommended, as reviewed in Akhi Faridul's post here. I'm currently reading the first episode and I think I cannot wait to finish it and continue to read the second one. I wonder if I could ask anyone to get a copy for me in Malaysia (if I can't find it in Brunei at the time being) and send me it, with all cost covered?

Anyhoo, how's everyone doing with school re-opens and everything? I know my halaqah girls (the teachers, specifically) must be pretty busy planning the whole year of teaching, and the ones who will return back to study pretty pretty soon. I pray that Allah make it easy for you girls, insya Allah ;)

Should I review the Ayat-Ayat Cinta?

Simply stated - it's a story of which will make you (me, specifically) fall in love with Islam and ajaran-ajaran Islam, terutama at the 'hero' yang begitu teguh mempertahankan kesucian ajaran Islam, at all cost. Masya Allah, if I can find someone similar to the 'hero' in that novel, alangkah Maha Pemurah nya Allah subahanallah ta'ala untuk memberi rezeki macam atu untuk hambaNya yang sangat daif ani... insya Allah... jangan berhenti berdoa, right? Usaha dan doa, insya Allah =)

Everyday every time after solat, in my duaa, insya Allah, I recite this:

RABBANAA HAB LANAA MIN AZWAJINAA WA ZURRIYAATINAA QURRATA A'YUNI WAJ'ALNAA LIL MUTTAQINA IMAMAA

Ya Tuhan kami, anugerahkan kami suami-suami (isteri-isteri) dan keturunan kami sebagai peyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.

Our Lord, grant us true joy in our spouses and children and make us role models for those who are mindful (of You)

Anyhoos, insya Allah, the sisters and I will have a riadah tomorrow morning at Bukit Shahbandar, and tarus do our halaqah session there right after exercising. A change of venue, once in a while, exciting kan? You, we wish you were here. We miss you!!!

Until then, remember Allah in your moments. Remember to thank Him for today. Remember to do your bit in portraying the beauty of Islam in your everyday life, do dakwah when you can =)

Monday, November 05, 2007

Happy November y'all~

Salaam 'Alaykum,

Masya Allah. Sedar tak sedar, it's already the 11th month of 2007. Alhamdulillah, because of Allah's love and blessings, that we are still here today, now, breathing, living (shopping). hehe

Alhamdulillah, I am doing fine. My apologies for the lack of updates. It's not that I've lost interest to update what I've been up to lately, but it's just that I have 'no time'. lol. Alasan "skema" this!! Honestly, I do have time, but I'd rather occupy those times doing something else other than updating. Besides, mind seems to be a bit dry lately to bore you all with dry posts. =)

Alhamdulillah, these past few weeks, the sisters and I have attended a few sessions/talks with Ustaz Salam, which I'd personally call "untuk menambah ilmu session" (insya Allah) and discussions about the whereabouts of our HM (Halaqah Muslimah). Insya Allah, the halaqah will commence after the two-week eid break starting this week. We're excited!!

PLUS

One of the sister's getting married this weekend. *grins*

So, really, what I've been up to? If I'm not at home, then I'd be out attending those sessions that last for hours. Either that, or I've been filling up these last few weekends with 'open house' invitations. =)

Oh it's November already, which means that my thesis result is out soon. Insya Allah, all is well. It gets me thinking about what Ustaz Salam said yesterday.

Hadis riwayat Abdullah bin Masud r.a., ia berkata, Rasullulah s.a.w. bersabda: "sesungguhnya setiap individu kamu mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selamat empat puluh hari. Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga kemudian menhadi segumpal daging selama itu pula. Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara iaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia"

Having said that, insya Allah, kalau sudah ditakdirkan rezeki ana untuk pass my Masters degree, then ana terima dengan redha (dan jika ditakdirkan sebaliknya, insya Allah, ana terima dengan redha jua). Doakan ana... jazakallah~

Then, taking Surah Adz-Dzariyat ayat 56; Allah berfirman (yang lebih kurang terjemaahannya berbunyi):

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku"

Ustaz cakap, the word 'ibadah' tu ialah menjadi hamba kepada Allah dengan membuat apa yang Allah suruh dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya.

Then, dalam surah yang sama, ayat 57, Allah berfirman (yang lebih kurang terjemahannya berbunyi):

"Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar merek memberi makan kepada-Ku dan kepada orang lain"

which Ustaz explained that manusia dijadikan bukan untuk bagi makan because if you understand the concept of whereby semua ajal, rezeki (4 perkara di atas) memang sudah ditentukan oleh Allah so kita hanya perlu beribadah saja kepada Allah kerana, dalam ayat 58 (surah yang sama), Allah berfirman (yang lebih kurang terjemahannya berbunyi):

"Sungguh Allah, Dia-lah Pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh"

Then, it comes to the question of 'why do we work in the first place?'. Ustaz cakap, kalau kita answer 'nak cari duit/rezeki', then we have actually misunderstood the concept of 'rezeki sudah ditentukan oleh Allah' (nauzubillah). So, then, does it comes down to our niat eventually?

Niat untuk bekerja semata-mata kerana Allah.

Niat untuk bekerja untuk beribadah kepada Allah.

Niat untuk bekerja semata-mata untuk mencari keredhaan Allah.

Wallahu'alam.

Insya Allah, when my rezeki ada untuk bekerja nanti, mudah-mudahan my niat will be untuk beribadah kepada Allah... Amin...

ps: having said that, yes I'm still jobless, because belum ada rezeki. =) Insya Allah, bila ada rezeki, then this lazybums will be a working girl =) until that time, I better occupy my times seeking more knowledge ;)

pps: My winter graduation ceremony next month. Insya Allah, kalau ada rezeki lebih, will be seeing my friends, juniors and coursemates soon. Which reminds me -

AIMAN: gimme your home address there!!

=) okay then, hope this suffice for now. May Allah's blessings be with us always.

Salaam.

Thursday, October 25, 2007

Pink-Hijab-Day on FRIDAY.


Salaam everyone,

Ness mentions that tomorrow, 26th October, we muslimahs should wear PINK headscarf in support of the Breast Cancer Awareness. And it's halaqah tomorrow, insya Allah. I'm THIS excited!! (G, I'm sure you must be ecstatic as you're a pink lover and a breast cancer awareness supporter ;))

Anyways, how's everyone? I pray that everyone's in good health and always in the protection of Allah s.w.t., insya Allah. I'm good, Alhamdulillah :)

Alhamdulillah as well because Ness is getting better from her damam. *hugs*

After two weeks of 'no halaqah', insya Allah, starting tomorrow, we muslimahs commence on the weekly get-together and may we all can benefit from this, insya Allah. Perhaps, like Ness, I've been suffering from Halaqah Withdrawal Symptoms (lol!) but Alhamdulillah, with Eid celebration (the first for me and my brother A, to celebrate it in Brunei after all these years), and with the newly addition to our family (my nephew) have kept me occupied with being a devoted servant of Allah (insya Allah) as well as a daughter, a sister and a friend who just finished her study. Alhamdulillah for Allah's abundant blessings. Alhamdulillah indeed.

***************************

Dari Abu Hurairah r.a., berkata, bahawa Nabi s.a.w. bersabda, "Sebaik-baik hari selama matahari terbit adalah hari Jumaat, pada hari itu diciptakan Adam, pada hari itu dia dimasukkan ke syurga dan pada hari itu dia dikeluarkan dari syurga dan tidak akan terjadi kiamat pada hari Jumaat." (Riwayat Tirmizi, hassan sahih #450)

Since tomorrow is Friday, and it's halaqah-day, AND pink-hijab-wearing day, I would like to post something about the day itself - Friday, taken from "444 Peringatan Untuk Umat Muhammad S.A.W.", semoga menjadi iktibar untuk kita semua, terutama diriku yang masih mempunyai iman yang tersangat sangat lemah, insya Allah.

====================

Peringatan 130

Anas bin Malik radiyallahu anhu berkata: Jibrail datang kepada Nabi Muhammad s.a.w. membawa cermin putih yang ditengahnya ada titik hitam, maka Nabi s.a.w. bertanya kepada Jibril: Apakah cermin yang putih ini?

Jawabnya: Ini hari Jumaat, dan titik hitam ini saat mustajab yang ada di hari Jumaat, telah dikurniakan untukmu dan umatmu, sehingga umat-umat yang sebelummu berada di belakangmu, iaitu Yahudi dan Nashara (Kristian), dan ada saat di hari Jumaat jika seorang mu'min bertepatan berdoa untuk kebaikan pada saat itu pasti ia akan diterima oleh Allah, atau berlindung kepada Allah dari suatu bahaya pasti akan dihindarkannya, dan hari Jumaat di kalangan kami (malaikat) dinamakan Yaumul Mazid (hari tambahan).

Nabi s.a.w. bertanya: Apakah Yaumul Mazid itu?

Jawab Jibril: Tuhan telah membuat lembah di syurga Jannatul Firdaus, di sana ada anak bukit dari misik kasturi dan pada tiap hari Jumaat di sana disediakan mimbar-mimbar dan nur (cahaya) yang diduduki oleh para nabi, dan ada mimbar-mimbar dari emas bertaburan permata yakut dan zabarjada diduduki oleh para siddiqin, syuhada dan solehin, sedang orang-orang ahli ghurof (yang di bilik syurga) berada di belakang mereka di atas bukit kecil itu berkumpul menghadap kepada Tuhan untuk memuka-muji Allah, lalu Allah berfirman: Mintalah kamu kepadaKu. Maka semua meminta (Kami mohon keredhaan-Mu).

Jawab Allah: Aku telah redha kepadamu, keredhaan sehingga kamu Aku tempatkan di rumah-Ku, dan Aku muliakan kamu, kemudian Allah menampakkan kepada mereka, sehingga mereka dapat melihat zat-Nya, maka tidak ada hari yang mereka suka sebagaimana hari Jumaat, kerana mereka merasa bertambahnya kemuliaan dan kehormatan mereka.

Dalam riwayat yang lain, Allah menyuruh kepada malaikat: Berikan makan kepada para wali-Ku, maka dihidangkan berbagai makanan maka terasa pada tiap suapan rasa yang lain dari sebelumnya, bahkan lebih lazat, sehingga bila selesai makan, diperintahkan oleh Allah: Berikan minum kepada hamba-hamba-Ku, maka diberi minuman yang dapat dirasakan kelazatannya pada tiap teguk.

Dan ketika telah selesai maka Tuhan berfirman: Akulah Tuhanmu, telah menepati apa yang Aku janjikan kepadamu, dan kini kamu boleh monta nescaya Aku berikan permintaanmu.


Jawab mereka: Kami minta redha-Mu, kami minta redha-Mu, dua atau tiga kali.

Dijawab oleh Allah: Aku redha kepadamu, bahkan masih ada tambahan lagi daripada-Ku, pada hari ini Aku muliakan kamu dengan kehormatan yang terbesar dari semua yang telah kamu terima, maka dibukakan hijab sehingga mereka dapat melihat zat Allah sekehendak Allah, maka segeralah mereka bersujud kepada Allah sekehendak Allah, sehingga Allah menyuruh mereka: Angkatlah kepalamu sebab kini bukan masa beribadat.

Maka di situ mereka lupa pada nikmat-nikmat yang sebelumnya, dan terasa benar bahawa tidak ada nikmat yang lebih besar daripada melihat zat Allah yang mulia.

Kemudian mereka kembali maka semerbak bau harum dari bawah Arasy dari bukit kasturi yang putih dan ditaburkan di atas kepala mereka, di atas ubun-ubun kuda mereka, maka apabila mereka kembali kepada isteri-isterinya terlihat bertambah indah lebih dari sebelum mereka meninggalkan mereka, sehingga isteri-isteri mereka berkata: Kamu kini lebih elok dari biasa.

====================

For more alternative read, click: Amalan-amalan terbaik di hari Jumaat

Wallahu'alam.


***************************

Fyi, I'm an admirer of RTB's Rangkaian Nur Islam 93.3FM, and recently a clicker of Astro's new channel - Astro Oasis. It comprises of shows about Islam and relating to Islam, and sometimes they have nasheed videoclips and it gets me THIS excited, I tell you. So I'm a bit behind when it comes to the latest top charts on MTV, heck I'll be so banggang if someone asked me who's Number One on the MTV Top 20 Charts (or whatever it is called) but I'd be happy to give you a few nasheeds that talks about Islam, muslimah, mujahid and ones that give me that peace of mind and heart. In fact, I'd serenade them to you, if you don't mind. lol.

Kidding bah. I only serenade when I'm all alone. lol.

Oh. Astro Oasis is Channel 106 ;) Watch out for 'Indahnya Iman', Ar-Rayyhan and Raudhah.

Salaam 'Alaykum everyone.

Saturday, October 06, 2007

Muslimah Identity.

Salaam 'Alaykum ya readers..

Salaam from Brunei Darussalam.

Alhamdulillah, all praise be to Allah for my safe journey back home - for good. I arrived a few days ago and have been really catching up with my sleep. Jetlagged, still. Internet's been down as well these past few days, so apart from spending Ramadhan with my family, I only have been spending my time by attending my first Halaqah yesterday and a Majlis Ilmu at ITB today.

Alhamdulillah, all praise is due for Allah alone for His abundant blessings and love.

Nothing to update, really.

Except on halaqah, yes?? ;)

Alhamdulillah, I finally got the chance to attend the halaqah after being away for two months. Has it been two months, really? I met sisters D, K, Y, F, G, A and of course N. Masha Allah, sisters D and K impressed me with their knowledge on Islam, I was in awe (from inside, of course) and little did I know, it motivates me to do better, insya Allah.

Still have a lot to learn, insya Allah. Mudahan semangat sentiasa membakar, yes? Yang penting, usaha not to give up. Even if ada halangan, insya Allah, may it makes me stronger instead.

The halaqah session lasted for about 2 hours and a bit more, then the post-halaqah lasted until 4pm. lol. It was time for unwinding, updates and get-to-know each other basis :) It's amazing how this little group bring together friends, "people I know", teachers and students... masha Allah, kinda make me miss life in UK even more.

We talked about how great it felt to be a hijabi in a non-Islamic country because you get recognized of how you 'present' yourself, with your hijab, you are representing Islam. After all, we are 'Khalifah' on this earth. Masya Allah, added to that, you get smiles and Salaam Alaykums from sisters, even though you don't know each other, but because of the sisterhood understood by those who understands it, then automatically you are tied by that invisible bond, Alhamdulillah.


From Abu Huraira radiAllahu anhu state that the Prophet sallallahu 'alaihi wassalam said:
"You will not enter Paradise until you believe and you will not believe until you love one another. Should I not direct you to that which - if you do it - you will come to love one another? Spread peace (and the greeting of peace) amongst yourselves." Hadith riwayat Muslim.

Furthermore, we are invited to attend a Majlis Ilmu at ITB today, so after picking up N from Jerudong, headed to ITB (walking down memory lane) and then sat there just adoring gatherings like this to boost that bond. I salute the students who have such willingness to make a difference. May I will be able to attend gatherings and Majlis like these ones, insya Allah, on a continuous basis.

Masya Allah, we were even 'shocked' and happy by a great news that made N and I sighed a few times - thinking "that's how it is supposed to be done", then we sighed some more. Congrats to sister D. May Allah bless you always.

After that, we headed to Pasar Gadong since I haven't been there since I got back, so we were just browsing around for food. Heehee. I really am home for good!! Alhamdulillah.

Right, gotta layan my talkative niece now and masak~

Nahnu jundullaahi dawman darbunaa darbul-ubaa..
We are the regular soldiers of Allah, our path is a reserved path..

Ghuraba'... Stranger...

Sekadar menjadi renungan dan peringatan buat diriku, first and foremost...

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Islam itu bermula dengan keadaan dagang (asing) dan akan berakhir dalam keadaan dagang. Maka beruntunglah orang yang dagang, yang menghidupkan sunnahku ketika orang merosakkannya" Hadith riwayat Muslim

A brother pointed out today that, it's okay if people see you as the 'odd one out', with your (big) hijab and (loose) clothings, sisters be proud, a muslimah... berbahagialah... because you are 'different' from the rest; with your beard and tingkai seluar (it is actually sunnah Nabi Muhammad s.a.w. untuk memakai seluar tingkai (as opposed to women to let their garments 'sweep the floor' so to speak), brothers fear not of how others perceived you... hidupkan sunnah Nabi Muhammad, because he is the best example, contoh akhlak yang terbaik... :)

Plus, I am currently reading - Kisah Kerasulan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam (Intisari dari Sirah) written by Dr. 'Aidh bin Abdullah Al-Qarni, translated by Murtadho Ridwan (thanks to N for letting me read it FIRST. Wubs wubs wubs wu lots and lots and lots)

Plus, there's something I came across when thinking about 'dagang', or 'asing' or 'Ghuraba'' or 'stranger' - Taken from here.

Cara Mengatasi Ghurbah

Untuk mengatasi Ghurbah ath-Thaniyah, maka tidak ada jalan lain melainkan kembali kepada jalan Rasulullah SAW. Yakni jalan yang telah berjaya memnghilangkan Ghurbah al-Islam al-Awwal. Firman Allah SWT:

“Sesungguhnya pada Rasulullah itu teladan yang baik bagi mereka yang mengharapkan rahmat Allah dan keselamatan hari Akhirat dan banyak mengingati Allah.” - Surah al-Ahzab: ayat 21.

Sabda Rasulullah SAW: "Hendaklah kamu mengikuti sunnahku.... “

“Dan sebaik-baik pertunjuk ialah pertunjuk Muhammad SAW.”


Antara cara-caranya ialah:


1. Memahamkan Islam kepada masyarakat sebagaimana yang difahami oleh Rasulullah SAW dan para sahabat r.a. yang mulia. Islam adalah satu cara hidup yang benar dan akan membawa kepada keredhaan Allah SWT. Manakala cara hidup yang lain adalah batil, sesat dan dimurkai Allah SWT. Dengan Islam sahaja akan berakhir kefasadan, kejahatan dan kerosakan di bumi. Islam adalah Taklif Rabbani. Manusia bertanggungjawab untuk memahaminya, beriman dengannya, menyampaikannya dan menegakkannya di dalam kehidupan. Firman Allah SWT:


“Sesiapa yang mencari selain Islam sebagai cara hidup, maka sesekali tidak akan diterima.” - Surah Ali ‘Imran: ayat 85.


Sabda Rasulullah SAW:

“Demi yang jiwaku di tangan-Nya. Tidak mendengar daripadaku seseorangpun dari umat ini, samada Yahudi atau Nasrani, kemudian dia tidak beriman dengan apa yang diutuskan padaku, melainkan dia adalah terdiri ahli neraka.”


Islam hendaklah difahamkan melalui wasilah yang betul dan masyru’, bersumberkan masdar yang asli iaitu Al Qur’an, As Sunnah dan kitab-kitab ulama’-ulama’ muktabar agar Islam yang diketengahkan itu Syamil dan Kamil.


2. Melaksanakan didikan untuk melahirkan muslim yang serasi dan komited dengan Islam. Muslim berkerja untuk Islam sepanjang hayat. Muslim memiliki sifat-sifat mahmudah seperti yang dimiliki para sahabat Rasulullah SAW. Muslim yang menjadi rijal dan mujahid yang mukhlis. Muslim yang terikat dengan akhirat. Muslim yang merasai Ukhuwwah Fillah.


Didikan yang dijalankan di atas asas Iman yang akan melahirkan kesungguhan di dalam kerja-kerja da’wah. Al-Imam asy-Syahid Hasan al-Banna r.a. menyatakan yang bermaksud:


“Apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam menyampaikan dan memasukkan da’wah di hati sahabat-sahabatnya Generasi Awal ialah menyeru mereka supaya beriman dan beramal. Kemudian dihimpun hati mereka dengan penuh kasih sayang dan persaudaraan, mereka berhimpun di atas kekuatan aqidah dan kekuatan kesatuan, maka jadilah mereka jamaah contoh yang semestinya terjulang kalimah dan da’wahnya, memperolehi kemenangan walaupun ahli-ahli bumi seluruhnya tidak menyetujui dan menentang mereka.”


Barisan muslimin yang bangkit sebagai du’at. Mereka berda’wah kepada keluarga dan masyarakat agar kembali kepada Islam sebagai Din Allah yang bersifat Kamil dan Mutakamil.


3. Melaksanakan jihad. Pembentukan masyarakat Islam dan pemerintahan Islam, yang menjadi matlamat asasi dalam ‘Amal Islami, tidak akan tercapai tanpa jihad. Malah jihad mengangkat pekerja-pekerja Islam daripada segala kerendahan kepada ketinggian. Jihad akan menjadikan pekerja-pekerja Islam terikat dengan Islam siang dan malam. Terpaut rasa dengan alam ukhrawi sepertimana terpautnya manusia lain kepada kehidupan dunia.


Jihad perlu berterusan. Orang-orang yang mati tanpa berjihad tergolong dalam golongan munafiq. Orang-orang yang mati tanpa kesan jihad akan bertemu Allah SWT dalam keadaan sumbing. Sabda Rasulullah SAW:


“Sesiapa yang bertemu Allah (mati) tanpa kesan jihad, maka dia bertemu Allah dan padanya terdapat kesumbingan.” - Hadith Riwayat at-Tarmizi.


Sabda Rasulullah SAW:


“Sesiapa yang mati dan tidak pernah berperang dan jiwanya tidak berlaku peperangan, maka dia mati di atas cabangan nifaq.” - Hadith Riwayat Muslim.


Firman Allah SWT:

“Kalau kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperolehi dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pasti mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu mereka terasa amat jauh.” - Surah at-Taubah: ayat 42.


4. Du’at perlulah bekerja secara jama’i, tidak keseorangan. Rasulullah SAW bersabda:

“Tangan Allah bersama jama’ah.”


5. Hendaklah difahami bahawa dengan kesedaran dan semangat semata-mata tidak akan lahir pekerja dan penda’wah sepanjang hayat. Hamasah (semangat) akan hilang apabila bertemu dengan ‘Uqubah dan Mehnah (bencana dan ujian) di atas jalan da’wah. Lebih-lebih lagi jalan da’wah ini panjang dan jauh. Ia tidak dihampari dengan permaidani indah atau ditaburi dengan bunga-bungaan. Justeru itu Tarbiyyah, Takwin dan bekerja secara jama’i adalah perlu.


Dengan adanya Tarbiyyah dan Takwin, InsyaAllah akan lahirlah pekerja sepanjang hayat, iltizam dengan matlamat da’wah yang besar dan bercita-cita mencari keredhaan Allah SWT semata-mata.


Also, read this entry :) (Credits to Akhi Faridul)

I hope it suffices after being away for a few days, insya Allah.

Wednesday, September 19, 2007

Ten Useless Matters.

Salaam everyone,

somehow the weather has been very weird (wallahu'alam). These past two days, it's been rather chilly than usual. Kinda made me wonder, has winter come early this year? On the down side of it, I've put my winter coat in the box that's ready to be shipped, so that's a big "OH NOES" for me since I have a few more weeks left here, insya Allah. On the other hand, it made me wonder why the sudden drop of temperature. Wallahu'alam. Allah knows best.

Anyhoo, found an interesting article to ponder upon.

Ten Useless Matters

By:
Imam Ibn ul Qayyim al Jawziyyah
Al-Fawa'id
© 2004 Umm Al-Qura

Taken from: here

1. Knowledge that is not acted on

2. The deed that has neither sincerity nor is based on following the righteous examples of others

3. Money that is hoarded, as the owner neither enjoys it during this life nor obtains any reward for it in the Hereafter

4. The heart that is empty of love and longing for Allah, and of seeking closeness to Him

5. A body that does not obey and serve Allah

6. Loving Allah without following His orders or seeking His pleasure

7. Time that is not spent in expiating sins or seizing opportunities to do good

8. A mind that thinks about useless matters

9. Serving those who do not bring you close to Allah, nor benefit you in your life

10. Hoping and fearing whoever is under the authority of Allah and in His hand; while he cannot bring any benefit or harm to himself, nor death, nor life; nor can he resurrect himself.

However the greater of these matters are wasting the heart and wasting time. Wasting the heart is done by preferring this worldly life over the Hereafter, and wasting time is done by having incessant hope. Destruction occurs by following one’s desires and having incessant hope, while all goodness is found in following the right path and preparing oneself to meet Allah.

How strange it is that when a servant of Allah has a [worldly] problem, he seeks help of Allah, but he never asks Allah to cure his heart before it dies of ignorance, neglect, fulfilling one’s desires and being involved in innovations. Indeed, when the heart dies, he will never feel the significance or impact of his sins.

Memang banyak dugaan for me these past few days, but I believe that Allah knows best, I always tell myself to 'bersangka baik' in Allah, most importantly and to others, regardless of what might appear afterwards. Mungkin ada hikmah disebaliknya.

There's no time to rant, it's Ramadhan, I wanna make use of the time doing something beneficial, insya Allah ;) (besides, Allah has blessed us with a new member to the family, haven't you heard? I have a nephew!!! and he's as adorable as littlecuddlybabyyouseeonteeveethatmakesyouwannagigit *grins*)

Until then, Allah hafiz everyone.

Selamat berbuka puasa~

Monday, September 17, 2007

For my sisters.

Salaam everyone,

I woke up this morning getting email from Akhi Faridul (fyi, I'm included in his mailing list so whatever post he would post in his blog, he would send to his mailing list as well), and from one post, I got directed to another blog - writer is an ustaz. And from his previous posts, I got interested to click on the ones that concern my sisters - muslimahs.

:: Tolonglah Wahai Wanita - Rayuan Seorang Lelaki ::
:: Women's Aurat - What Has Happened? ::
:: Wanita, Aurat, Kerjaya & Suami Nusyuz ::
:: Seluar Londeh, Pakaian Seksi Wanita - Suatu Hak Kebebasan Peribadi? ::

Some of the posts made me re-think again and again about how I come about. The way I am, the way I dress. The way I present myself. Every little detail. Sometimes this cautiousness made me 'sadar' for a while, then because of my weak Iman, I go back to how I used to be.

Tsk.

Sigh.

Insya Allah, I'm still struggling myself, but I know Allah is Most Generous and Most Kind. May this Ramadhan will be a chance for me to better and improve myself, insya Allah.

On a different note, I went to see my Programme Leader today to talk about my leaving. Alhamdulillah, everything went smoothly. I even met a new Malaysian postgraduate taking a course in the Business School as she was sitting at the corner in the cluster and being an official 'postgraduate' myself (teehee), I was able to help out regarding printing and other information, Masya Allah. I personally love the idea of how a hijabi can recognize another hijabi, and with a simple "Salaam 'Alaykum" and a smile, strangers practically become 'sisters' in a matter of minutes. Alhamdulillah. I guess that's the beauty of Islam. It spreads peace among the sisters and brothers.

grins.

After that, I went to sort out my ticket and other matters, then stop by the meat shop and then the book shop. And I got myself this:



Now I'm browsing through IIPH online - Islamic Bookstore and I want them:





Now, if only I can find out if they do deliveries to UK within these two weeks then I'm all set ;)

Have a blessed day, everyone.

Allah hafiz.

Salaam.

Monday, August 27, 2007

Mestica - Layar Keinsafan



Sepi benar senja ini
Bayunya semilir, menganak ombak kecil
Jalur ufuk pula mengemas terang
Kapal dan layar terkapar

Mengapa nantikan senja
Barukan terdetik, pulang ke pengkalan
Gusar malam menghampiri
Ku tewas di lautan

Tuhan layarkanku ke arah cintaMu
Tuntuniku menggapai redhaMu
Rimbunan kasihMu ku berteduh
KepadaMu ya Tuhan
Berikan secebis keinsafan
Bekalan sepanjang perjalanan
Mencari ketenangan

c/o
Biar Kau menjadi saksi
Tulus tangisku kala dini hari
Kesempatan yang hanya sebentar
Moga keikhlasanku terlakar
Berikanlah ku hidayah
Agar dikuatkan iman yang lemah
Moga diberkati hidup ini
Menuju bahagia yang kekal abadi

PadaMu Tuhan
Kan kuserahkan cinta kepadaMu

Tuhan layarkanku ke arah cintaMu
Tuntuniku menggapai redhaMu
Rimbunan kasihMu ku berteduh
KepadaMu ya Tuhan
Berikan secebis keinsafan
Bekalan sepanjang perjalanan
Mencari ketenangan

c/o
Biar Kau menjadi saksi
Tulus tangisku kala dini hari
Kesempatan yang hanya sebentar
Moga keikhlasanku terlakar
Berikanlah ku hidayah
Agar dikuatkan iman yang lemah
Moga diberkati hidup ini
Menuju bahagia yang kekal abadi

Harapanku moga dikurniakan
Manisnya iman berpanjangan
Moga lautan hilang gelora
Untukku belayar...

Sunday, August 26, 2007

inni akhafullah...

sejauh manakah kecintaanku terhadap-Mu Ya Allah...
sekiranya aku melafazkan rindu dan cintaku terhadap-Mu, tetapi masih ku rasa belum cukup untuk mengecapi tahap keagungan cinta-Mu,

sekuat manakah pendirianku untuk menegakkan kebenaran Agama-Mu Ya Allah...
sekiranya aku menyatakan sepenuh keinginan untuk menjalani hidup sebagai seorang muslimah dan berusaha untuk menjadi seorang mujahidah, tetapi masih ku rasa diriku serba kekurangan sedangkan aku mencuba sedaya upaya untuk menjadi yang terbaik di pandangan-Mu,

seteguh manakah keimananku kepada-Mu Ya Allah...
sekiranya ku rasa terlalu lemah tika kala ujian-Mu hadir dalam hidupku dan ku merasa diriku tidak sanggup untuk menghadapinya...

setakat manakah keinginanku untuk mendapatkan keredhaan-Mu Ya Allah...
sekiranya segala perbuatan yang telah ku lakukan selama ini belum mendapat keberkatan dari-Mu kerana aku belum mampu meninggalkan beberapa perkara yang Engkau larang.

Sesungguhnya aku sungguh sungguh lemah tanpa-Mu Ya Allah...
Pimpinlah daku dalam mengecapi impianku untuk mencari keredhaan-Mu.

(nahs, 26/08/07)

Salaam 'Alaikum semuanya,

I've finished editing parts of my thesis with the help from my supervisor's comments... Alhamdulillah, I only have about 2000+ to go, then insya Allah, I'll be done with my thesis, mudahan Allah permudahkan segala urusanku, Amin...

I came across a few blogs that copy paste a particular article/story regarding 'ber-couple', semoga ia menjadi iktibar untuk kita semua dan may we benefit from it, insya Allah. I personally find it quite disturbing because as I was reading through the long story, I found myself saying "ouch" and biting my lips for contradicting myself, hence knowing that I am a hypocrite myself...

"Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri,padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)?Maka tidakkah kamu berfikir?"

"Do you order righteousness of the people and forget yourselves while you recite the Scripture? Then will you not reason?"

(
Al-Baqarah, ayat 44)


Fyi, it is quite a long post, but it is worth the read - clickey here. I, on the other hand will summarize it in my own words.

A guy's point of view on coupling. Just like any other guys/human being, memang sudah lumrah ada keinginan untuk mencinta dan dicintai. Yes, we all have been there. Bila bercinta, semuanya rasa indah, everything seems perfect and it feels like dunia kitani berdua yang punya. But this guy suddenly realized that in Islam, coupling is actually haraam. Even though niatnya ikhlas untuk mengubah dirinya dan dalam masa yang sama, ia ingin mengubah wanita yang disayanginya, seperti memberi nasihat yang bernas, mengingati untuk solat dan membaca al-Quran, dan sebagainya, just like what I had in mind... prior to reading this post.

(which reminds me of what A told me about more than a year ago - "buat masa ini, kita sama-sama melakukan apa yang terbaik untuk diri kita sendiri, dan untuk kehidupan kita sendiri, dan dalam masa yang sama, kita bertawakkal dan berdoa kepada Allah supaya beroleh keberkatan dari-Nya dalam apa jua yang kita lakukan dalam kehidupan kita... insya Allah, kalau sudah dituliskan dalam Lauh Mahfuz yang awak adalah (dan akan jadi) milik saya dan saya adalah (dan akan jadi) milik awak, walau sekeras mana pun kita tolak benda nie, kalau awak tak suka saya pun, atau kalau saya tak inginkan awak pun, kalau sudah tiba masa dan ketika dan sampai jodoh, kita akan bertemu juga, dengan izin-Nya, kerana jodoh pertemuan itu sudah ditentukan oleh Yang Maha Mengetahui..." - now baru ku faham maksud kata-kata yang dituturkan olehnya dulu...)

Anyways, back to the post:

Tiba satu saat, di dalam satu ukhwah, dia bertanya arah seorang ustaz tentang 'coupling', jawapan yang diterimanya begitu sukar untuk ditelan. Memang lumrah bercinta, even though tani tau atu salah, we will try habis-habisan to find a reason to make it 'acceptable'. Kenapa masih mahu melawan hukum-hukum Allah? Astagfirullah, neez, Ya Allah, ampunkan dosa hamba-Mu ini, betapa jahilnya diriku...

Ustaz mentioned:

Allah firman dalam surah Al-Isra', surah ke 17, dalam ayat yg ke 32:

"Dan janganlah kamu mendekati zina
; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."


"And do not approach unlawful sexual intercourse. Indeed, it is ever an immorality and is evil as a way."

Sambil brother tu bukak Al-Quran dia, dan tunjuk pada saya ayat ini:

"Dan (juga) kaum 'Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam."

"And [We destroyed] ‘Aad and Thamud, and it has become clear to you from their [ruined] dwellings. And Satan had made pleasing to them their deeds and averted them from the path, and they were endowed with perception."

(Surah Al-Anakabut,Surah 29, ayat 38)


"Akhi, kalau nta paham ayat ni, sebenarnya apa yang berlaku pada nta ialah, setan telah buat nta pandang indah benda buruk yang nta lakukan. Walaupun nta berpandangan tajam, maksudnya nta berilmu tinggi. Memang pada mulanya niat nta baik, tapi ingat, syaitan itu sangat licik. Dia akan sedaya upaya buat nta terjerumus ke dalam kemaksiatan. Lagipun, takkanlah sepanjang masa nta sms dengan dia, nta ingat Allah. Mesti ada masanya nta hanya melayan perasaan dengan dia, kan?"Betul juga katanya.

Walau tanpa berjumpa, kita dapat mengelak zina seperti zina mata, zina tangan, zina kaki, zina telinga, zina lidah, tapi masih ada satu zina yang susah sangat untuk dielak - iaitu zina hati yang dilakukan dengan mengingati dan merindui seseorang itu (sigh)

Rasulullah bersabda, mata boleh berzina dgn melihat, lidah boleh berzina dengan bercakap, tangan boleh berzina dengan berpegangan. Kaki boleh berzina dengan berjalan ke arah tempat maksiat. Hati pula boleh berzina dgn merindui, mengingati dan membayangi si dia. Hakikatnye, macam mana pun anta buat, anta tetap tak dapat lari daripada zina hati.

Last-last, the guy texted the girl that same night...

Assalamualaikum..Sebenarnya selama ini hubungan kita salah di sisi Islam. Saya ingat dengan mengubah cara pergaulan kita, ia dah dibolehkan, tapi sebenarnya ia tetap berdosa. Saya harap awak akan istiqamah meneruskan perubahan yang awak dah buat, kerana Allah. Saya minta maaf atas segala yang dah berlaku. Kalau ada jodoh insya-Allah, akan bertemu juga. Assalamualaikum.."


....diselubungi dengan kesedihan, malam tu, the guy ingat satu ayatAllah dari Surah Al-Baqarah yang lebih kurang bermaksud:

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"

"Fighting has been enjoined upon you while it is hateful to you. But perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not"

(Surah Al-Baqarah, ayat 216)

After a few months, I think, the girl sent a text message to the guy with a picture of a flower saying, "seindah gubahan pertama...", meaning that the girl still hasn't got over the guy and the guy replied saying:

"Tiada yang lebih indah daripada mendapat keredahaan Ilahi..seindah manapun gubahan pertama tu, selagi tak mendapat keredhaanNya, tetap tiada gunanya..Assalamualaikum.. saya tahu, dulu saya cakap, kalau ada jodoh, insya-Allah akan bertemu juga. Tapi saya tak nak awak tunggu. Lupakan saya. Biar Allah yang menentukan..Lagi satu, Jangan cari cinta manusia,ia penuh dengan penipuan, kekecewaan, dan tak kekal..Tapi carilah cinta Allah..tiada penipuan, tidakkan pernah mengecewakan itulah cinta abadi..Cinta yang diredhai..-Yang Terakhir- "

Masya Allah, if only I have his courage to do what's right, alangkah indahnya dunia... plus dia yakin, yakin dengan keputusannya, dan yakin dengan Allah bahawa Allah akan sediakan yang terbaik untuk dirinya...

Ya Allah... mampukan aku mengecapi tahap kekuatan hati dan keimanan sepertinya untuk mendapatkan keredhaan-Mu yang selalu ku dambakan dan yang selalu ku tuturkan? tepuk dada tanya selera...

(SO HOW NOW BROWN COW???)

~jangan berhenti berdoa...Tuhan, berikan ku hidayah agar dikuatkan iman yang lemah~

Bertemu dan berpisah hanya kerana Allah...