Showing posts with label muhasabah diri. Show all posts
Showing posts with label muhasabah diri. Show all posts

Wednesday, May 21, 2008

Gimme a "D"

to the A
.
.
.
to the K... to the DOUBLE YOU,
.
.
.
.
to the A,
.
.
.
.
to the H!!!!
.
.
.
.
.
.
.
DAKWAH!!!!!!!!!!!!!!

(ps. exclamation mark only as a sign on hyperness!)

*raised eyebrow*

Assalamu'alaikum wbr semua,

Alhamdulillah, the weeks ever since coming back from Jakarta have been pretty full and useful to the point that she even wished that there's two three four of her to get by a day as a FT da'i (talk about tamak! lol :p). But Alhamdulillah indeed. Semangat yang ada kena kekalkan semata-mata untuk mencapai satu tujuan!

ISLAM - sebagai satu cara hidup yang UNGGUL!

Ana tidak banyak hal untuk diulaskan atau di'update'kan untuk para pembaca ana yang setia (dan baru), tapi oleh kerana jika ana tidak berkejaran dengan masa dalam menghadiri kuliah-kuliah ilmu, atau jika ana tidak sibuk menulis bahan-bahan untuk usrah online, atau jika ana tidak lenguh 'bercinta' dengan buku-buku rujukan khas untuk tarbiyah diri dan yang lainnya atau jika ana berhadapan dengan buku-buku yang dibawa balik dari Jakarta yang meminta ana untuk membelek-belek isi-isi kandungan mereka, maka ana akan... BLOG!

Semoga mendapat manfaat buat kita semua, insya Allah ;)

Rasulullah saw pernah bersabda:

"Hasad dengki diperbolehkan kecuali dalam dua hal, iri hati pada orang yang dianugerahi Allah harta yang banyak lalu digunakan untuk kepentingan kebenaran dan iri hati kepada orang yang dianugerahi Allah banyak ilmu lalu ia mengamalkan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain." (HR Bukhari)

Keterangannya:


  • MEMILIKI HARTA UNTUK KEBAIKAN
Setiap muslim harus mencari harta secara halal dan harta yang diperolehnya itu digunakan untuk kebaikan seperti membantu orang lain dan mendanai perjuangan. Dengan melihat orang yang seperti ini, kita boleh iri hati agar kita juga bisa demikian dan memperoleh keutamaan. Rasulullah saw bersabda,

"Seutama-utama dinar yang dibelanjakan oleh seseorang ialah yang dibelanjakan untuk keluarganya, dinar yang dibelanjakan untuk kenderaan dalam perjuangan di jalan Allah dan dinar yang dibelanjakan untuk membantu kawan-kawannya seperjuangan di jalan Allah." (HR Muslim)

  • MEMILIKI ILMU YANG BERMANFAAT
Menuntut ilmu merupakan kewajipan setiap muslim dan sesudah diperoleh, maka ilmu itu diajarkan dan dimanfaatkan untuk kebaikan. Kita pun boleh iri hati kepada orang yang demikian dan kita berusaha untuk mencapainya, kerana keutamaannya yang besar. Sabda Rasulullah saw,

"Sedekah yang paling utama adalah seorang muslim mempelajari suatu ilmu kemudian mengajarkannya kepada saudaranya yang muslim." (HR Ibnu Maajah)


Wasiat Imam As-syahid Hasan Al-Banna;

Wahai saudaraku sekalian,
Anda sekalian bukan satu pertubuhan kebajikan, bukan parti politik, juga bukan suatu badan yang dibentuk untuk tujuan-tujuan terbatas. Anda sebenarnya adalah suatu roh baru yang mengalir di hati umat ini dan dihidupkan dengan al Quran. Anda adalah suatu suara yang bergema tinggi melaungkan dakwah Rasulullah saw. Tidak keterlaluan jika anda merasai bahawa anda adalah penanggung beban Kenabian setelah kesemua manusia enggan melakukakannya.

Andainya anda ditanya, kamu mengajak kepada apa..? Katakanlah, kami mengajak kepada Islam yang di bawa oleh Nabi Muhammad saw. Pemerintahan adalah sebahagian daripada ajarannya. Kebebasan adalah salah satu dari tuntutannya. Jika dikatakan kepada anda.. ini adalah politik. Katakanlah inilah dia Islam dan kami tidak tahu pembahagian seperti ini. Andainya mereka mengatakan kamu penyeru revolusi. Katakanlah, kami adalah penyeru kebenaran dan kedamaian. Jika kamu mengganggu dan menghalang dakwah kami, Allah telah membenarkan kami mempertahankan diri dan kamu adalah pengacau yang zalim. Andainya dikatakan kepada anda; kamu meminta bantuan dari orang tertentu atau mana-mana pertubuhan. Katakanlah, kami hanya beriman kepada Allah sahaja dan kami kufur dengan segala sekutu-sekutu. Jika mereka berkeras meneruskan permusuhan mereka, katakanlah.. kami tidak mahu orang-orang yang jahil.


hiks hiks hiks. Sudahkah anda berdakwah hari ini?? :)

Rujukan buku:
160 Materi Dakwah Pilihan - Drs. H. Ahmad Yani
Antara Semalam dan Hari ini - Imam As-Syahid Hasan Al-Banna

Monday, May 12, 2008

Untukmu hati...

Marshanda - Istighfar.



Semoga menjadi iktibar buat diri ana dan teman-teman seperjuangan, insya Allah...

(kisah dipetik dari buku "Kesaksian Seorang Dokter" hasil karya Dr. Khalid bin Abdul Aziz Al-Jubair)


Ada orang lain yang menghubungiku melalui telpon, ia berkata, "Dokter! Saya adalah salah seorang da'i, Allah telah memberikan kelebihan kepadaku sehingga perkataanku diikuti oleh anak-anak muda, dengan begitu Allah telah memberikan taufik kepadaku sehingga aku bisa membimbing sebagian besar dari mereka ke jalan yang lurus.

Akan tetapi sejak setahun yang lalu aku merasakan sesuatu yang aneh pada diriku yakni setiap kali aku datang kepada mereka, syaitan menggodaku dengan salah seorang dari mereka yang berparas tampan dan ganteng sehingga aku merasa tertarik kepadanya.

Oleh kerana itulah, aku selalu mencari alasan untuk tidak menghadiri pertermuan mereka, padahal akulah yang telah membimbing mereka menuju jalan yang lurus, Allah telah mengurniakan dasar-dasar dakwah kepadaku berupa tutur kata yang indah, suara yang bagus dan argumen yang kuat, jika demikian apa yang harus aku lakukan?

Saya menjawab, "Bagaimana dengan niatmu apakah sudah berubah?" Ia balik menjawab, "Apa maksud dokter?"

Saya terangkan, "Maksud saya, apakah anda menjadi senang terhadap pujian manusia, ingin diberi gelar sebagai da'i atau anda ingin orang-orang berkata kepadamu, "Telah banyak anak muda yang berhasil anda selamatkan?" Ia menjawab, "Ya kadang-kadang".

Saya jelaskan kepadanya, "Sesungguhnya yang terjadi kepadamu saat ini disebabkan oleh hal-hal tersebut, syaitan telah meracuni keikhlasanmu, dengan membawa virus riya' dan sum'ah untuk merosak amal ibadahmu, ia ingin agar anda tidak melakukan amal ibadah yang mulia ini.

Dan ketika anda mulai terinfeksi oleh virus ini, syaitan datang membawa godaan lain berupa ketampanan anak-anak muda yang kemudian sering mengganggu fikiranmu, lalu anda memutuskan untuk meninggalkan mereka tanpa bimbingan darimu.

Saudaraku yang mulia, saya memberikan sedikit nasihat kepada anda untuk memperbaiki niat, hendaklah anda memurnikan semua amal perbuatanmu hanya untuk Allah s.w.t. semata, dengan begitu Allah akan memberkahi semua langkahmu dan melindungi anda dari godaan syaitan, lanjutkanlah perjuanganmu walaupun godaan dan bisikan menerpamu, perbanyakkanlah membaca istighfar, berdoalah dan bacalah al-Qur'an.

Wallahua'lam.

"A'udzu bikalimaatillaahit-taammaati minkulli syaithoonin wa haammatin wamin kulli ‘ainin aammatin."

(Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap godaan syaitan, hewan berbahaya dan dari setiap mata yang jahat)

Friday, March 28, 2008

redha.

Do not fall into despair if blessings come late, even though you keep asking for them, because Allah has promised to heed prayers. Yet the wish to be granted will be granted because He wishes it for you, not because you wish it for yourself. Ibn `Ata’ Allah al-Iskandar


Assalamu'alaikum wbh,


it has been a very busy (filled with activities and 'stuff' to do) weeks indeed, that I found myself being exhausted and yet still have the time to do more stuff. How amazing is that? :)


Alhamdulillah I am in the best of health, the best of age, the best of contentment! Masya Allah. Kaifa haluki dearest? It's enough to know that you still read this blog, even though it hasn't been progressing well as well as how it really is in real life :) Alhamdulillah... but at least :) the effort still counts, yes?


May you are in the best of health and iman!


Alhamdulillah, Allah has given me abundant rezeki these past few weeks. I am just so content and overwhelmed with the things I got to do that I just feel thankful to Allah for giving me such opportunities. I suppose with all the 'free' time I have in my hands, I have nothing better to do than grabbing every free time I have to do more stuff of my interest - anything that has something to do with my ad-deen, of course.


Raihan's Demi Masa song is a good reminder to myself first and foremost.


Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara;

sihat sebelum sakit

muda sebelum tua

kaya sebelum miskin

lapang sebelum sempit

hidup sebelum mati


I am redha with the fact that I am yet to be dubbed as a 'working citizen', hence I am also redha that Allah knows best, that it is not my time yet, perhaps this time around, it is best for me to make use of that free time to spend my time with those of from whom I can learn and gain more knowledge about Islam, perhaps this time around, I am supposed to work more on tarbiyah-ing myself, muhasabah diri, preparing myself for what I really want in this life, what are my goals, where do I wanna go from here and what do I want to achieve in the end? By terming 'in the end', I mean akhirah. Plus, I get to work more on doing voluntary works helping people :) that gives me the satisfaction I can't describe.


It all comes back to niat, I suppose.


innamal a'malu binnyah - setiap perbuatan tergantung daripada niat.


If we do something for the sake of Allah and to achieve His redha, then we tend to not expect a lot from people, we don't expect much about being appreciated and recognized for doing something, because we know there is a much greater 'gift' in the eyes of Allah, that Allah has provided a much better recognition for those who have faith and believe in His promises. And these past few months, I have learnt a lot about the difference in doing something for the sake of Allah - nawaitulillah - and for the sake of something other than Allah - nawaitu-whatever.


Yes, true, sometimes recognition and praises can help to motivate us to continue doing what we are doing, and then what? After you get recognition and praises, don't you ever get tired of trying to improve yourself in order to get more praises and recognition from people? Isn't it exhausting? People can also get tired of complimenting you. But then what do I know? heehee. husnuzhon, neez! hati dan fikiran, sangka baik!! :)


Coming back to doing something for the sake of Allah, I suppose, the difference is that you feel that 'extra' contentment, that feeling of satisfaction because you know you do something good and you know that Allah is your witness. She said that, "if we are chasing after fame, it would be very easy for us to do and get that, but because our intentions are not heading towards that (fame and recognition) but because we love doing this for the sake of Allah and to continue what Rasulullah s.a.w. has started some 1400 years ago, so we need no recognition from others except the redha of Allah, and so that when we are gathered at Padang Masyhar later, we would be able to stand beside Rasulullah s.a.w. and say to him that we have tried our best..."


and that is what matters the most.


Okay, I think I'm beginning to go astray from my initial topic. So I think I better stop here because it's FRIDAY and you know what happens on FRIDAY! ;) So I need to get ready. I miss my girls!!


I love my Halaqah Muslimahs! KKH& GG!


Wednesday, March 26, 2008

untukmu yang bernama wanita Islam...

peringatan buat diri ana dan buat semua pembaca yang dimuliakan Allah...semoga menjadi iktibar dan pengajaran serta panduan buat kita semua dalam menuju ke arah kesempurnaan akhlak diri sebagai seorang wanita muslimah demi meraih redha Allah, insya Allah :)


dipetik dari kiriman email yahoogroup.

*******************

:bila wanita menjaga aurat:

Bila wanita menjaga auratnya dari pandangan lelaki bukan muhram, bukan sahaja dia menjaga maruah dirinya, malah maruah wanita mukmin keseluruhannya. Harga diri wanita terlalu mahal. Ini kerana syariat telah menetapkan supaya wanita berpakaian longgar dengan warna yang tidak menarik serta menutup seluruh badannya dari kepala hingga ke kaki.

Kalau dibuat perbandingan dari segi harta dunia seperti intan dan berlian, ianya dibungkus dengan rapi dan disimpan pula di dalam peti besi yang berkunci. Begitu juga diumpamakan dengan wanita, Kerana wanita yang bermaruah tidak akan mempamerkan tubuh badan di khalayak umum. Mereka masih boleh tampil di hadapan masyarakat bersesuaian dengan garisan syarak. Wanita tidak sepatutnya mengorbankan maruah dan dirinya semata-mata untuk mengejar pangkat, darjat, nama, harta dan kemewahan dunia.

Menyentuh berkenaan pakaian wanita, alhamdulillah sekarang telah ramai wanita yang menjaga auratnya, sekurang-kurangnya dengan memakai tudung. Dapat kita saksikan di sana sini wanita mula memakai tudung. Pemakaian tudung penutup aurat sudah melanda dari peringkat bawahan hingga kepada peringkat atasan. Samada dari golongan pelajar-pelajar sekolah hinggalah kepada pekerja-pekerja pejabat-pejabat.

Walaupun pelbagai gaya tudung diperaga dan dipakai, namun pemakaiannya masih tidak lengkap dan sempurna. Masih lagi menampakkan batang leher, dada dan sebagainya. Ada yang memakai tudung, tetapi pada masa yang sama memakai kain belah bawah atau berseluar ketat dan sebagainya. Pelbagai warna dan pelbagai fesyen tudung turut direka untuk wanita-wanita Islam kini.

Ada rekaan tudung yang dipakai dengan songkok di dalamnya, dihias pula dengan kerongsang (broach) yang menarik. Labuci warna-warni dijahit pula di atasnya. Dan berbagai-bagai gaya lagi yang dipaparkan dalam majalah dan suratkhabar fesyen untuk tudung. Rekaan itu kesemuanya bukan bertujuan untuk mengelakkan fitnah, sebaliknya menambahkan fitnah ke atas wanita.

Walhal sepatutnya pakaian bagi seorang wanita mukmin itu adalah bukan sahaja menutup auratnya, malah sekaligus menutup maruahnya sebagai seorang wanita. Iaitu pakaian dan tudung yang tidak menampakkan bentuk tubuh badan wanita, dan tidak berhias-hias yang mana akan menjadikan daya tarikan kepada lelaki bukan muhramnya. Sekaligus pakaian boleh melindungi wanita dari menjadi bahan gangguan lelaki yang tidak bertanggungjawab.

Bilamana wanita bertudung tetapi masih berhias-hias, maka terjadilah pakaian wanita Islam sekarang walaupun bertudung, tetapi semakin membesarkan riak dan bangga dalam diri. Sombong makin bertambah. Jalan mendabik dada. Terasa tudung kitalah yang paling cantik, up-to-date, sofistikated, bergaya, ada kelas dan sebagainya. Bertudung, tapi masih ingin bergaya.

Kesimpulannya, tudung yang kita pakai tidak membuahkan rasa kehambaan. Kita tidak merasakan diri ini hina, banyak berdosa dengan Tuhan mahupun dengan manusia. Kita tidak terasa bahawa menegakkan syariat dengan bertudung ini hanya satu amalan yang kecil yang mampu kita laksanakan. Kenapa hati mesti berbunga dan berbangga bila boleh memakai tudung?

Ada orang bertudung tetapi lalai atau tidak bersembahyang. Ada orang yang bertudung tapi masih lagi berkepit dan keluar dengan teman lelaki . Ada orang bertudung yang masih terlibat dengan pergaulan bebas. Ada orang bertudung yang masih menyentuh tangan-tangan lelaki yang bukan muhramnya. Dan bermacam-macam lagi maksiat yang dibuat oleh orang-orang bertudung termasuk kes-kes besar seperti zina, khalwat dan sebagainya.

Jadi, nilai tudung sudah dicemari oleh orang-orang yang sebegini. Orang Islam lain yang ingin ikut jejak orang-orang bertudung pun tersekat melihat sikap orang-orang yang mencemari hukum Islam. Mereka rasakan bertudung atau menutup aurat sama sahaja dengan tidak bertudung. Lebih baik tidak bertudung. Mereka rasa lebih bebas lagi.

Orang-orang bukan Islam pula tawar hati untuk masuk Islam kerana sikap umat Islam yang tidak menjaga kemuliaan hukum-hakam Islam. Walaupun bertudung, perangai mereka sama sahaja dengan orang-orang bukan Islam. mereka tidak nampak perbezaan agama Islam dengan agama mereka.

Lihatlah betapa besarnya peranan tudung untuk dakwah orang lain. Selama ini kita tidak sedar diri kitalah agen bagi Islam. Kita sebenarnya pendakwah Islam. Dakwah kita bukan seperti pendakwah lain tapi hanya melalui pakaian.

Kalau kita menutup aurat, tetapi tidak terus memperbaiki diri zahir dan batin dari masa ke semasa, kitalah punca gagalnya mesej Islam untuk disampaikan. Jangan lihat orang lain. Islam itu bermula dari diri kita sendiri.

Ini tidak bermakna kalau akhlak belum boleh jadi baik tidak boleh pakai tudung. Aurat, wajib ditutup tapi dalam masa yang sama, perbaikilah kesilapan diri dari masa ke semasa. Tudung di luar tudung di dalam (hati). Buang perangai suka mengumpat, berdengki, berbangga, ego, riak dan lain-lain penyakit hati.

Walau apapun, kewajipan bertudung tidak terlepas dari tanggungjawab setiap wanita Muslim. Samada baik atau tidak akhlak mereka, itu adalah antara mereka dengan Allah. Amat tidak wajar jika kita mengatakan si polanah itu walaupun bertudung, namun tetap berbuat kemungkaran. Berbuat kemungkaran adalah satu dosa, manakala tidak menutup aurat dengan menutup aurat adalah satu dosa lain.

Kalau sudah mula menutup aurat, elak-elaklah diri dari suka bertengkar. Hiasi diri dengan sifat tolak ansur. Sentiasa bermanis muka. Elakkan pergaulan bebas lelaki perempuan. Jangan lagi berjalan ke hulu ke hilir dengan teman lelaki. Serahkan pada Allah tentang jodoh. Memang Allah sudah tetapkan jodoh masing-masing. Yakinlah pada ketentuan qada' dan qadar dari Allah.

Apabila sudah menutup aurat, cuba kita tingkatkan amalan lain. Cuba jangan tinggal sembahyang lagi terutama dalam waktu bekerja. Cuba didik diri menjadi orang yang lemah-lembut. Buang sifat kasar dan sifat suka bercakap dengan suara meninggi. Buang sikap suka mengumpat, suka mengeji dan mengata hal orang lain. jaga tertib sebagai seorang wanita. Jaga diri dan maruah sebagai wanita Islam. Barulah nampak Islam itu indah dan cantik kerana indah dan cantiknya akhlak yang menghiasi peribadi wanita muslimah.

Barulah orang terpikat untuk mengamalkan Islam. Dengan ini, orang bukan Islam akan mula hormat dan mengakui "Islam is really beautiful". Semuanya bila individu Islam itu sudah cantik peribadinya. Oleh itu wahai wanita-wanita Islam sekalian, anda mesti mengorak langkah sekarang sebagai agen pengembang agama melalui pakaian.

Selamat beramal..

Sunday, March 23, 2008

Renungan bersama.

Penyakit Rohani

Sebuah hadis yang menjadi pesanan Rasulullah sallahu 'alayhi wassalam kepada Sayidina Ali radiyallahu anhu:

"Wahai Ali, setiap sesuatu pasti ada penyakitnya: Penyakit bicara adalah bohong, penyakit ilmu adalah lupa, penyakit ibadah adalah riak, penyakit akhlak mulia adalah kagum kepada diri sendiri, penyakit berani adalah menyerang, penyakit dermawan adalah mengungkap pemberian, penyakit tampan adalah sombong, penyakit bangsawan adalah membanggakan diri, penyakit malu adalah lemah, penyakit mulia adalah menyombongkandiri, penyakit kaya adalah kikir, penyakit royal adalah hidup mewah dan penyakit agama adalah nafsu yang diperturutkan..."


Ketika berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhu, Rasulullah sallahu 'alayhi wassalam bersabda: "Wahai Ali, orang yang riak itu mempunyai tiga ciri iaitu:

1. Rajin beribadat ketika dilihat orang.

2. Malas ketika sendirian.

3. Ingin mendapat pujian dalam segala perkara.


Wahai Ali, jika engkau dipuji orang, maka berdoalah:
"Ya Allah,jadikanlah diriku lebih baik daripada yang dikatakannya, ampunilah dosa-dosaku yang tersembunyi darinya dan janganlah kata-katanya mengakibatkan seksaan bagiku..."


Ketika ditanya bagaimanacara mengubati hati yang sedang resah dan gundah gulana, Ibnu Mas'ud radiyallahu anhu berkata: "Dengarkanlah bacaan al-Quran atau datanglah ke majlis zikir atau pergilah ke tempat yang sunyi untuk berkhalwat dengan Allah s.w.t. "

Jika belum terubat juga, maka mintalah kepada Allah s.w.t hati yang lain kerana sesungguhnya hati yang kamu pakai bukan lagi hatimu....

22:46 maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

Wallahu'alam.

Thursday, March 13, 2008

destinasi cinta.

menyingkap tirai hati, mengintai keampunan
di halaman subur rahmatMu Tuhan
tiap jejak yang bertapak debu kejahilan
akan ku jirus dengan madu keimanan

tak ternilai airmata dengan permata
yang bisa memadamkan api neraka
andai benar mengalir dari nasuhan nurani
takkan berpaling pada palsu duniawi

destinasi cinta yang ku cari
sebenarnya terlalu hampir
hanya kabur kerana dosa di dalam hati
telah ku redah daerah cinta
yang lahir dari wadah yang alpa
tiada tenang ku temui
hanya kecewa
menyelubungi....

ku gelintar segenap maya
mendambakan sebutir hakikat
untuk ku semai menjadi sepohon makrifat
moga dapat ku berteduh di rendang kasihMu

namun ranjaunya tidak akan sunyi
selagi denyut nadi belum berhenti
durjana syaitan kan cuba menodai
segumpal darah bernama hati

lestarikan wadi kalbuku oh Tuhanku
leraikan aku dari pautan nafsu
biarpun sukar bagiku
melamar redhaMu
namun masihku mengharap ampunanMu
wahai Tuhanku....



sudahkan kita ucapkan syukur pada Allah untuk hari ini? sudahkan kita ucapkan syukur untuk semua nikmat yang Allah beri kepada kita?

Wednesday, March 05, 2008

sometimes...

the more you know (in terms of knowledge), the more you understand that:

makin padi berisi makin ia tunduk...

I spend my time, either at home or out with her, but one of my favourite passing-time hobby is getting cosy with all the books I've bought. I am currently reading one book which I carry everywhere with me, let it be dinner with family, or just out. The more I read, the more 'malu' I feel for knowing so little! Sesungguhnya Ilmu Allah atu sangat luas... Subahanallah!

And the ESQ Training opened my eyes beyond this earth. And I'm talking about earth physically! The training made me realized how insignificantly small I am, and yet Allah jadikan kitani khalifah di bumi, Allah perintahkan kepada Malaikat-Malaikat untuk tunduk kepada Adam a.s. Subahanallah! Betapa mulianya tani di sisi Allah. Betapa Allah banggakan ciptaan-Nya yang dari tanah... Subahanallah!! Alhamdulillah, kerana rezeki untuk attend the training! I came out of it as a more convinced muslimah, cukup dengan facts dan data yang dapat diambil pengajaran dalam meniti hidup yang penuh dugaan!

The 7-minute kulthum that the sisters are doing before we start our halaqah sessions touch on issues that we find very insignificant but yet the impact of it is quite.. significant.

The last two topics were about "Berkata yang tidak perlu" and "Menjaga tepi kain orang".

I talked about the first issue. It was a reminder to my first and foremost.

Rasulullah s.a.w. bersabda;

"Antara kebagusan Islam seseorang ialah meninggalkan apa yang tiada sangkut paut dengan dirinya"

"A sign of a person's being a good Muslim is that he should leave alone that which does not concern him"

- Hadith riwayat Tirmidhi.

I read somewhere, that when you don't have anything good to say (at all or about someone else), it is better for you to not say anything (in other words - shut up), because Iblis will find his way to make what we say atu sounds 'bisai' and 'memuji' even though our intention is actually to memuji (untuk memberitahu kebenaran), tapi harus tani ingat, Iblis ani licik, ia akan buat apa yang tani katakan atu mungkin berubah menjadi sesuatu yang tani dapat banggakan (hence it leads to perasaan riak - which is another form of dosa). Sometimes, tani mendapat pujian dari orang lain tentang kejayaan tani, kebaikan tani, dan apa-apa yang sewaktu dengannya, tapi tani harus ingat Iblis ani licik, sedikit pujian boleh tukarkan hati tani yang pada mulanya ikhlas membuat sesuatu atu kerana Allah, berubah menjadi sesuatu yang buat tani rasa bangga dengan kejayaan tani, thinking "Yes, I've worked HARD, I deserve this pujian", in a way, tani lupa that semua kejayaan tani atu, semua kebaikan tani atu, semuanya milik Allah. Allah yang bagi tani the rezeki untuk mempunyai 'brain' untuk belajar, Allah bagi tani rezeki untuk tani hidup pada masa atu, bagi tani rezeki in terms of masa untuk tani belajar masa atu, Allah bagi tani rezeki untuk permudahkan perjuangan tani.. all in all, semuanya milik Allah... tapi adakah tani ingat untuk berterimah kasih kepada Yang Maha Memberi di saat tani menerima pujian atu? Adakah tani bersujud syukur tatkala pujian atu diajukan khas untuk tani? Adakah ada rasa kerendahan hati apabila pujian atu ditujukan untuk tani? Adakah minda tani terfikir bahawa semua yang baik atu datangnya dari Allah?

Ucaplah Alhamdulillah. Ucaplah Alhamdulillah. Ucaplah Alhamdulillah.

Ikhlaskan ucapan, bukan sekadar ucapan, tapi tunjukkan dengan peribadi tani...tunjukkan dengan rasa kehambaan tani, tunjukkan dengan niat yang ikhlas, buat sesuatu kerana Allah...

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, segala sesuatu yang terjadi adalah atas aturan Allah, Dia-lah yang Maha Mengatur...

sedangkan ana hanyalah hambaNya yang sangat lemah, sedang mencari erti mengabdi kepada-Nya, mencari erti cinta kepada-Nya, yang akan ana jadikan matlamat hidup, insya Allah.

Sesungguhnya yang baik itu datangnya dari Allah s.w.t, dan yang buruk itu datangnya dari kekurangan diri ana sendiri... kepada Allah-lah tani semua akan dikembalikan...

Happy 30th Wedding Anniversary to both my parents which falls on 3rd March - Allah lebih Mengetahui segala-galanya, semoga kebahagian akan berkekalan hingga menjadi mahar untuk ke syurga, semoga segala ujian akan membuat hati babah&mama tabah untuk redha dengan segala ketentuan, semoga kejayaan anak-anak akan dapat menambah saham untuk selalu beribadah pada Yang Esa, mendoakan kesejahteraan dan keselamatan hidup sekeluarga di dunia dan di akhirat... Amin Ya Rabbal 'Alamin...

Tuesday, February 19, 2008

Muhasabah Diri.

SIFAT TAKBUR PENYAKIT JIWA MEMBINASA DIRI
OLEH: Majlis Agama Islam Negeri Kedah

SIDANG HADIRIN YANG DIRAHMATI ALLAH,
Bertaqwalah kepada Allah dengan mengerjakan segala suruhan-Nya dan menjauhkan segala larangan-Nya. Sifat takbur adalah merujuk atau sinonim kepada sifat-sifat sepertri sombong, angkuh, bermegah-megah, ego dan menganggap orang lain atau puak lain lebih rendah daripada dirinya atau puak/golongannya.

Sifat ini tergolong dalam kumpulan sifat-sifat keji (mazmumah) dan tidak disukai sama sekali oleh Allah S.W.T, sebagaimana peringatan Allah di dalam surah An-Nahl ayat 23:

Maksudnya:"Sebenarnya, bahawa sesungguhnya Allah mengetahui akan apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka zahirkan. Sesungguhnya Dia (Allah) tidak suka kepada orang-orang yang sombong takbur itu".
Rasulullah S.A.W. pernah berkata kepada Abu Zar r.a.:"Wahai Abu Zar! Barangsiapa yang mati manakala di dalam hatinya ada sebesar debu daripada sifat-sifat takbur, maka dia tidak akan mencium bau syurga kecuali dia sempat bertaubat sebelum maut menjemputnya" .

SIDANG JEMAAH JUMAAT YANG MULIA,

Manusia yang berlagak takbur akan sentiasa dilaknat oleh Allah, kerana mereka menyaingi kebesaran dan keagungan Allah. Juga kerana mereka telah membesarkan diri mereka sendiri, bukan orang lain yang membesarkannya. Mereka seumpama iblis di mana pada mulanya merupakan makhluk yang sangat kuat beribadah, tetapi akibat buruk daripada sifat takburnya, maka dalam masa satu saat sahaja dia dilaknati oleh Allah S.W.T, hingga ke hari ini dan sampai kiamat.

Demikianlah juga segala niat dan perbuatan kita, andainya ditegakkan di atas dasar/sikap takbur, maka akan hancur lebur dan sia-sialah hidup serta amalan kita. Dengan kerana takbur itu hajatnya akan ditolak, puasanya sia-sia, sembahyangnya akan membawa kecelakaan. Salman Al-Farisi r.a. adalah antara seorang sahabat Rasulullah S.A.W, ketika ditanya: ‘Apakah perbuatan buruk yang menyebabkan semua kebaikan menjadi sia-sia? Beliau menjawab: Takbur.

Janganlah kita merasa membanggakan diri dengan ilmu yang banyak dan tinggi, sehingga menganggap orang lain semuanya bodoh dan jahil belaka. Takbur merupakan sifat Allah, kerana Allah tiada mempunyai saingan. Tiada sesiapa yang mampu mengatasi atau menandingi-Nya dalam kekuasaan dan kebijaksanaan Allah. Andainya, sifat berkenaan kita guna pakai, maka sudah tentulah kita sudah tersalah guna sifat kebesaran dan keagungan Allah S.W.T.

Mengenai hal ini Allah S.W.T berfirman:

Maksudnya:"Dan janganlah kamu memalingkan muka mu (kerana memandang rendah) kepada manusia dan janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan berlagak sombong. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada setiap orang yang sombong, takbur lagi membangga diri". (Surah Luqman ayat: 18).

Kesombongan bukan sahaja merugikan manusia, malah mengheretnya kepada kehinaan di akhirat kelak.
Haritsah bin Wahab r.a. berkata Nabi S.A.W bersabda yang bermaksud:"Mahukah kamu aku beritahu tentang ahli neraka? Iaitu setiap sifat keras hati, berjalan dengan angkuh dan sombong". (HR Muttafaqun 'alaih).

SIDANG JEMAAH JUMAAT YANG MULIA,

Di antara sifat tawaduk Rasulullah S.A.W. ialah apabila Baginda bertemu sesama Islam, Baginda yang terlebih dahulu memberi salam dan apabila berjabat salam tidak akan dilepaskan tangannya, kecuali orang itu yang melepaskannya dahulu.

Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali Rahimallahu 'anhu di dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, menegaskan bahawa sifat takbur dan keangkuhan itulah yang telah menyebabkan Allah mengusir iblis keluar dari syurga kerana keengganannya untuk sujud kepada Nabi Adam a.s.

Kisah tersebut digambarkan dengan jelas di dalam surah Shad, ayat 71 hingga 85. Setelah Allah mencipta Adam lalu diperintahkan kepada semua malaikat agar sujud kepada Nabi Adam a.s., sebagai tanda penghormatan terhadap penciptaan dan kekuasaan Allah. Semua malaikat patuh kepada arahan tersebut kecuali iblis. Lalu iblis berkata, seperti yang tercatat dalam ayat 76, surah Shad yang bermaksud:

Maksudnya:"(Iblis berkata kepada Tuhan):'Aku lebih baik daripadanya (Adam), kerana Engkau ciptakan aku daripada api, sedangkan dia, Engkau ciptakan daripada tanah".

Iblis enggan sujud kepada Nabi Adam a.s., kerana meyakini bahawa martabatnya lebih tinggi daripada martabat Nabi Adam. Walaupun iblis sedar bahawa dia juga adalah ciptaan Allah Ta'ala, tetapi masih mahu bersikap sombong terhadap penciptaannya. Iblis yang sudah terusir itu, menambah lagi keangkuhannya dengan bersumpah bahawa dia akan menyesatkan keturunan Adam sehingga hari kiamat. begitulah sifat iblis, bukan hanya sekadar sombong, tetapi ditambah lagi dengan sifat dengki, khianat dan dendam kesumat yang tidak berkesudahan.

Imam Al-Ghazali rahimahullah Ta'ala, seterusnya menghuraikan bahawa sifat takbur terbahagi dua. Iaitu: Takbur bathin (yang tersirat dalam hati) dan kedua, takbur lahiriah (yang terserlah dalam bentuk perbuatan dan perkataan). Kadang-kadang dijelmakan menerusi bahasa badan, seperti melalui mimik muka, gerak mulut, gerak tangan atau kaki, gerak keseluruhan badan seperti lagak berjalan dan sebagainya.

SIDANG JUMAAT YANG BERBAHAGIA,

Antara faktor-faktor yang menyebabkan seseorang itu bersifat takbur ialah faktor keturunan, kecantikan rupa paras, kekayaan harta, kelebihan ilmu, kesihatan, kekuatan, kuasa dan pengaruh serta usia muda.

Ciri-ciri sifat takbur pula, ditandai dengan beberapa ciri: Antara lain ialah suka dipuji, pantang dikritik, kagum dengan pandangan sendiri, suka meremehkan pandangan orang lain dan sukar untuk menerima nasihat atau tunjuk ajar daripada orang lain. Imam Al-Ghazali merumuskan, bahawa seburuk-buruk sifat takbur ialah orang yang tidak mahu mengambil sesuatu manfaat daripada sesuatu ilmu pengetahuan serta tidak mahu tunduk kepada kebenaran, walaupun kebenaran tersebut telah terbukti.

Segala sifat itu perlu dihindari, kerana ia bukan hanya boleh merosakkan keperibadian seorang individu, malah boleh meruntuhkan sebuah tamadun dan peradaban ummah. Apabila sifat angkuh dan sombong menguasai diri, akan hilanglah keseimbangan diri dan sikap rasional, maka tindakan mereka lebih menjurus ke arah mencapai kepuasan diri serta mengikut hawa nafsu masing-masing. Sekiranya sifat takbur berleluasa dan tidak dibendung, maka akan runtuhlah sebuah peradaban.

Justeru itulah, Ibnu Khaldun dalam karyanya 'Mukaddimah' menegaskan bahawa setelah beliau menganalisa sejarah kejatuhan dan kebangkitan satu-satu banga, beliau merumuskan bahawa keangkuhan, kesombongan, sifat suka bermegah-megah dan kerendahan akal budi adalah tanda-tanda kehancuran sesebuah tamadun.

Masyarakat yang bertamadun, berteknologi tinggi dan berakhlak mulia hanya akan terhasil dengan satu sistem tarbiah (pendidikan) yang menekankan prinsip iman, ihsan dan taqwa. Ihsan dan taqwa membawa maksud, walaupun kita tidak melihat Allah secara fizikal, tetapi kita dapat merasakan dalam jiwa bahawa Allah sentiasa melihat kita dan mengetahui apa sahaja yang kita lakukan. Sifat ini, andainya diterapkan/ditanamk an ke dalam jiwa akan membentuk jiwa yang lebih tawaduk (rendah diri atau tahu diri) dan sentiasa mengingati serta menggeruni kehebatan dan kebesaran Allah, sekaligus dapat menghindarkan diri daripada sifat takbur.

Sifat tawaduk dan syukur membawa keberkatan, kemajuan dan kemuliaan. Manakala sifat takbur, sombong dan kufur membawa kehancuran diri, ahli keluarga, masyarakat dan umat seluruhnya.

SIDANG JEMAAH YANG DIRAHMATI ALLAH,

Selain daripada saranan yang diutarakan oleh Imam Al-Ghazali itu, maka mimbar ini ingin memberi beberapa tambahan atau tips, bagaimana hendak mengatasi sifat takbur yang kadang-kadang menyerang diri kita secara tiba-tiba.

Apabila sifat tersebut timbul disudut hati kecil kita yang berkaitan dengan keturunan, kecantikan, kekayaan, keilmuan, kuasa dan pengaruh. Maka, sedar dan ingatlah bahawa bukan kita sahaja secara mutlak yang mempunyai keturunan, kecantikan, kekayaan, ilmu, kuasa dan pengaruh. Malah masih ramai lagi individu atau kumpulan lain yang memiliki taraf yang sama dengan kita atau malah melebihi kita dalam banyak perkara.

Juga hendaklah disedari bahawa kecantikan, kekayaan, ilmu, kuasa dan pengaruh itu tidak akan kekal lama. Lambat laun ia menuju kemerosotan, hilang, hancur dan luput dari diri kita. Akhirnya, dimanakah ha\endak kita meletakkan diri dalam masyarakat apabila faktor-faktor itu telah hilang atau luput daripada kita, tidak mustahil kemungkinan kita akan dipinggirkan. Kerana itu, sama-samalah kita menghindarkan diri daripada sifat-sifat mazmumah; sifat takbur, sombong dan angkuh, disamping berusaha melatih diri, jiwa, hati dan akal menjadi orang yang bersifat tawaduk dan bersifat mulia. Mudah-mudahan kita selamat dan berbahagia di dunia dan akhirat.

========================

Assalamu'alaikum dearest,

Yeah, I don't quite got the mood to blog much today, but for reminders, anytime bebeh!! Insya Allah, mudahan ani menjadi iktibar dan peringatan buat diri ana first and foremost.

Dari Maawiyah r.a ,Dari Rasulullah s.a.w bersabda : Barang siapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikkan dia diberi faham dalam agama, sesungguhnya aku hanya menyampaikan dan Allah yang memberi, dan selagi umat ini kekal berpegang kepada Allah selama itulah orang yang berlawanan (menentang) dengan mereka tidak akan dapat merosakkan mereka sehingga dikehendaki Allah.

It's a forwarded email and I just couldn't bear to keep it all to myself, in my inbox... rather, copy paste and voila!

Dari Abu Hurairah r.a katanya, sabda Rasulullah s.a.w : Barangsiapa mengetahui sesuatu ilmu lalu dia menyembunyikannya, maka ia akan dikenakan Allah dengan kekang dari api neraka pada hari kiamat.

Semoga ia menjadi peringatan buat kita semua, dan semoga kita tidak tergolong dari orang-orang yang rugi. Sesungguhnya pintu taubat itu terbuka luas untuk kita, hanya menunggu masa kita untuk terbuka hati untuk kembali kepada-Nya (sebelum terlambat).

Dari Anas r.a , Rasulullah s.a.w bersabda : Tidak sempurna iman seseorang kamu sehingga ia mengasihi saudaranya seperti mana ia kasih akan dirinya sendiri.

So, uhhibbukum fillah!!

Fi'amanilillah~