Showing posts with label nasihat.. Show all posts
Showing posts with label nasihat.. Show all posts

Monday, March 31, 2008

Ikhlas.

“Life is short, time is precious, death near, and the distance to travel great, while the moment of standing before God to account for everything, however insignificant, is daunting and hard.” [Imam al-Haddad]

Assalamu'alaikum,

It's the last day of March. Time flies oh so quickly. Whether we realize it or not, whether we have filled our time beneficially or not with whatever it is that keeps us going, whether we have done things we regretted and realize it or not, whether we notice all the things that Allah has shower upon us or not, it doesn't make a difference - time goes by anyway!

Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran [Surah Al-'Asr, Ayat 1-3]

By time. Indeed, mankind is in loss, except for those who have believed and done righteous deeds and advised each other to truth and advised each other to patience [Surah Al-'Asr, Verse 1-3]


For UK residents, yesterday was the day when you turn back your clock/time one hour and now it's the time when day starts to get longer (which is also my favourite time of the year~). It also means that the difference between Brunei and UK now is seven hours instead of eight. Plus, spring time means flowers EVERYWHERE! Booootifulllll! Simply boooootifuuuullllll!

Let Allah be my witness, that for tomorrow to come, may Allah make it easy for me, insya Allah. Preparing for it won't be my main aim because before it started I have already set my heart and niat to do it for the sake of Allah and that if He already ordain it for me, if my name is already written to receive this rezeki, and if this rezeki is mine no matter what, then I am redha with whatever comes after and I pray that Allah will make it easy for me, Ameen~

Ikhlaskan pada hati, amal kerna Ilahi~


Ikhlas adalah melakukan amal, baik perkataan maupun perbuatan ditujukan untuk Allah semata. Alquran menyuruh kita ikhlas (QS Yunus [10]: 105). Rasul SAW mengingatkan, ''Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridha Allah semata.'' (HR Abu Dawud dan Nasa'i). Imam Ali RA juga berkata, ''Orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amal diterima oleh Allah.''

Kendati bersimbah peluh, berkuah keringat, menghabiskan tenaga, menguras pikiran, kalau tidak ikhlas, sebesar apa pun amal, sia-sia di mata Allah. Maka, sungguh rugi orang yang bertempur, mempertaruhkan nyawa dengan niat ingin disebut pahlawan, atau orang yang sedekah habis-habisan hanya ingin disebut dermawan.

Seorang sufi menuturkan, ''Ikhlas berarti engkau tidak memanggil siapa pun selain Allah SWT. Untuk menjadi saksi atas perbuatanmu.'' Ikhlas menjadi benar-benar teramat penting yang akan membuat hidup ini menjadi indah, ringan, dan bermakna.

Ikhlas akan membuat jiwa menjadi independen, merdeka, tidak dibelenggu pengharapan akan pujian. Hati menjadi tenang karena ia tidak diperbudak penantian mendapat penghargaan ataupun imbalan dari makhluk. Penantian adalah hal yang tidak nyaman, menunggu pujian atau imbalan adalah hal yang dapat meresahkan, bahkan bisa mengiris hati bila ternyata yang datang sebaliknya, caci maki. Orang yang tidak ikhlas akan banyak menemui kekecewaan dalam hidup, karena ia banyak berharap pada makhluk yang lemah, ia mengikatkan diri pada tali yang rapuh.

Jabatan tak kan membuat terpesona hati orang yang ikhlas. Ia tidak ujub dengan jabatan setinggi langit, dan tidak minder dengan jabatan yang rendah. Dalam benaknya Allah menilai bukan dari jabatan, tapi tanggung jawab terhadap amanah dari jabatannya itu. Ia sangat yakin akan janji dan jaminan Allah yang Mahakaya.

Justru imbalan manusia tiada apa-apanya dibanding imbalan Allah SWT. Sungguh tak ada risau, tak khawatir ditipu, dikhianati, bila dekat dengan seorang hamba yang ikhlas. Justru sebaliknya, orang akan merasa nyaman karena sikap dan tutur katanya menghargai dan menyejukkan, penuh manfaat, karena orang yang ikhlas perhatiannya fokus memberi yang terbaik untuk Allah yang selalu menatapnya. Imbasnya akan memberi kebaikan pada orang yang berada di kanan-kirinya. Dan Allah beri penghargaan pada mereka (QS An-Nisa [4]: 146). Subhanallah, adakah yang lebih berharga dari pemberian Allah? Maka, nikmat Tuhan manakah yang kita dustakan?

source: here

Sunday, March 30, 2008

Minah Tudung.

Minah minah tudung zaman sekarang ramai cacat otak [bodoh]
Pakai tudung tapi pakai pakaian ketat ketat [bodoh]
Ada pula pakai tudung tapi pakai t-shirt pula [bodoh]
Mana ke tidak masyarakat kita di pandang rendah [bodoh]

Keluar dengan mak pakai tudung
Pakai sopan aurat tertutup
Tapi bila keluar dengan kawan aurat tertedah
Bagi lelaki tengok percuma
Aku sendiri tengok pon heran
Agama kuat tapi baju ketat
Buka tudung rambut perang

Perang perang
Konon tu nak tunjuk belang
Tindik sini tindik sana
Bukan di telinga sahaja
Lidah pon ada
Muke decent tetapi perangai nonsense
Ikut sesuke hati dia
Tapi tak ikut segi agama

Dengan ibubapa pakai baju lengan panjang seluar panjang tapi di belakang
Lain cerite macam monster
Cabut kening ada tatu di badan dia
Pakai makeup pakai lipstick punya tebal
Macam momok macam momok

Masya ala masya ala
Tak boleh angkat tak boleh angkat
Tengok dia tengok dia
Goyang pantat goyang pantat
Masuk club pakai tudung
Pergi tandas buka tudung

Ooh
Kemana pergi budaya
Kemana pergi agama
Mana pergi melayu kita

Dengar sini semua
Jangan ikut trend masa kita
Kita rosak kita hancur
Siapa nak jawabkan bila kita di kubur
Mak nak jawabkan [sorry sikit]
Bapa jawabkan [sorry sikit]
Atuk jawabkan [sorry sikit]
Berani buat berani tanggung sendiri

Pikir baik baik
Pikir masak masak
Jangan kita menyesal di hari kelak
Pikir baik baik
Pikir masak masak
Jangan kita menyesal di hari kelak

Berubahlah kamu sebelum kamu diberubahkan
Ye lah tuk
Tuk juga yang pandai kan
Wateva lah tuk
Eh eh budak ni

Wednesday, March 26, 2008

untukmu yang bernama wanita Islam...

peringatan buat diri ana dan buat semua pembaca yang dimuliakan Allah...semoga menjadi iktibar dan pengajaran serta panduan buat kita semua dalam menuju ke arah kesempurnaan akhlak diri sebagai seorang wanita muslimah demi meraih redha Allah, insya Allah :)


dipetik dari kiriman email yahoogroup.

*******************

:bila wanita menjaga aurat:

Bila wanita menjaga auratnya dari pandangan lelaki bukan muhram, bukan sahaja dia menjaga maruah dirinya, malah maruah wanita mukmin keseluruhannya. Harga diri wanita terlalu mahal. Ini kerana syariat telah menetapkan supaya wanita berpakaian longgar dengan warna yang tidak menarik serta menutup seluruh badannya dari kepala hingga ke kaki.

Kalau dibuat perbandingan dari segi harta dunia seperti intan dan berlian, ianya dibungkus dengan rapi dan disimpan pula di dalam peti besi yang berkunci. Begitu juga diumpamakan dengan wanita, Kerana wanita yang bermaruah tidak akan mempamerkan tubuh badan di khalayak umum. Mereka masih boleh tampil di hadapan masyarakat bersesuaian dengan garisan syarak. Wanita tidak sepatutnya mengorbankan maruah dan dirinya semata-mata untuk mengejar pangkat, darjat, nama, harta dan kemewahan dunia.

Menyentuh berkenaan pakaian wanita, alhamdulillah sekarang telah ramai wanita yang menjaga auratnya, sekurang-kurangnya dengan memakai tudung. Dapat kita saksikan di sana sini wanita mula memakai tudung. Pemakaian tudung penutup aurat sudah melanda dari peringkat bawahan hingga kepada peringkat atasan. Samada dari golongan pelajar-pelajar sekolah hinggalah kepada pekerja-pekerja pejabat-pejabat.

Walaupun pelbagai gaya tudung diperaga dan dipakai, namun pemakaiannya masih tidak lengkap dan sempurna. Masih lagi menampakkan batang leher, dada dan sebagainya. Ada yang memakai tudung, tetapi pada masa yang sama memakai kain belah bawah atau berseluar ketat dan sebagainya. Pelbagai warna dan pelbagai fesyen tudung turut direka untuk wanita-wanita Islam kini.

Ada rekaan tudung yang dipakai dengan songkok di dalamnya, dihias pula dengan kerongsang (broach) yang menarik. Labuci warna-warni dijahit pula di atasnya. Dan berbagai-bagai gaya lagi yang dipaparkan dalam majalah dan suratkhabar fesyen untuk tudung. Rekaan itu kesemuanya bukan bertujuan untuk mengelakkan fitnah, sebaliknya menambahkan fitnah ke atas wanita.

Walhal sepatutnya pakaian bagi seorang wanita mukmin itu adalah bukan sahaja menutup auratnya, malah sekaligus menutup maruahnya sebagai seorang wanita. Iaitu pakaian dan tudung yang tidak menampakkan bentuk tubuh badan wanita, dan tidak berhias-hias yang mana akan menjadikan daya tarikan kepada lelaki bukan muhramnya. Sekaligus pakaian boleh melindungi wanita dari menjadi bahan gangguan lelaki yang tidak bertanggungjawab.

Bilamana wanita bertudung tetapi masih berhias-hias, maka terjadilah pakaian wanita Islam sekarang walaupun bertudung, tetapi semakin membesarkan riak dan bangga dalam diri. Sombong makin bertambah. Jalan mendabik dada. Terasa tudung kitalah yang paling cantik, up-to-date, sofistikated, bergaya, ada kelas dan sebagainya. Bertudung, tapi masih ingin bergaya.

Kesimpulannya, tudung yang kita pakai tidak membuahkan rasa kehambaan. Kita tidak merasakan diri ini hina, banyak berdosa dengan Tuhan mahupun dengan manusia. Kita tidak terasa bahawa menegakkan syariat dengan bertudung ini hanya satu amalan yang kecil yang mampu kita laksanakan. Kenapa hati mesti berbunga dan berbangga bila boleh memakai tudung?

Ada orang bertudung tetapi lalai atau tidak bersembahyang. Ada orang yang bertudung tapi masih lagi berkepit dan keluar dengan teman lelaki . Ada orang bertudung yang masih terlibat dengan pergaulan bebas. Ada orang bertudung yang masih menyentuh tangan-tangan lelaki yang bukan muhramnya. Dan bermacam-macam lagi maksiat yang dibuat oleh orang-orang bertudung termasuk kes-kes besar seperti zina, khalwat dan sebagainya.

Jadi, nilai tudung sudah dicemari oleh orang-orang yang sebegini. Orang Islam lain yang ingin ikut jejak orang-orang bertudung pun tersekat melihat sikap orang-orang yang mencemari hukum Islam. Mereka rasakan bertudung atau menutup aurat sama sahaja dengan tidak bertudung. Lebih baik tidak bertudung. Mereka rasa lebih bebas lagi.

Orang-orang bukan Islam pula tawar hati untuk masuk Islam kerana sikap umat Islam yang tidak menjaga kemuliaan hukum-hakam Islam. Walaupun bertudung, perangai mereka sama sahaja dengan orang-orang bukan Islam. mereka tidak nampak perbezaan agama Islam dengan agama mereka.

Lihatlah betapa besarnya peranan tudung untuk dakwah orang lain. Selama ini kita tidak sedar diri kitalah agen bagi Islam. Kita sebenarnya pendakwah Islam. Dakwah kita bukan seperti pendakwah lain tapi hanya melalui pakaian.

Kalau kita menutup aurat, tetapi tidak terus memperbaiki diri zahir dan batin dari masa ke semasa, kitalah punca gagalnya mesej Islam untuk disampaikan. Jangan lihat orang lain. Islam itu bermula dari diri kita sendiri.

Ini tidak bermakna kalau akhlak belum boleh jadi baik tidak boleh pakai tudung. Aurat, wajib ditutup tapi dalam masa yang sama, perbaikilah kesilapan diri dari masa ke semasa. Tudung di luar tudung di dalam (hati). Buang perangai suka mengumpat, berdengki, berbangga, ego, riak dan lain-lain penyakit hati.

Walau apapun, kewajipan bertudung tidak terlepas dari tanggungjawab setiap wanita Muslim. Samada baik atau tidak akhlak mereka, itu adalah antara mereka dengan Allah. Amat tidak wajar jika kita mengatakan si polanah itu walaupun bertudung, namun tetap berbuat kemungkaran. Berbuat kemungkaran adalah satu dosa, manakala tidak menutup aurat dengan menutup aurat adalah satu dosa lain.

Kalau sudah mula menutup aurat, elak-elaklah diri dari suka bertengkar. Hiasi diri dengan sifat tolak ansur. Sentiasa bermanis muka. Elakkan pergaulan bebas lelaki perempuan. Jangan lagi berjalan ke hulu ke hilir dengan teman lelaki. Serahkan pada Allah tentang jodoh. Memang Allah sudah tetapkan jodoh masing-masing. Yakinlah pada ketentuan qada' dan qadar dari Allah.

Apabila sudah menutup aurat, cuba kita tingkatkan amalan lain. Cuba jangan tinggal sembahyang lagi terutama dalam waktu bekerja. Cuba didik diri menjadi orang yang lemah-lembut. Buang sifat kasar dan sifat suka bercakap dengan suara meninggi. Buang sikap suka mengumpat, suka mengeji dan mengata hal orang lain. jaga tertib sebagai seorang wanita. Jaga diri dan maruah sebagai wanita Islam. Barulah nampak Islam itu indah dan cantik kerana indah dan cantiknya akhlak yang menghiasi peribadi wanita muslimah.

Barulah orang terpikat untuk mengamalkan Islam. Dengan ini, orang bukan Islam akan mula hormat dan mengakui "Islam is really beautiful". Semuanya bila individu Islam itu sudah cantik peribadinya. Oleh itu wahai wanita-wanita Islam sekalian, anda mesti mengorak langkah sekarang sebagai agen pengembang agama melalui pakaian.

Selamat beramal..

Sunday, March 09, 2008

Solat itu adalah lebih baik dari tidur.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu anhu, ia berkata bahawa Rasulullah sallahu'alaihi wassalam bersabda:

Sesungguhnya solat yang paling berat bagi orang munafik adalah solat Isya' dan solat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, nescaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak

I would set my alarm at least an hour earlier than the time the adzan Subuh would be heard, and this would always be a problem for me at the moment. The alarm would go off, I'd woke up for a few seconds just to turn it off, then my mind would be thinking, "FIVE MORE MINUTES!". And what was intentioned to be awake at a specific time would actually happen an hour later with me thinking, "DARNITS!". And I usually beat myself about it, whilst cleaning up and doing my abulation (wudhu').

So, I picked up a book my dad bought at the Book Fair last week.

"Misteri Shalat Subuh" by Dr. Raghib As-Sirjani

Alhamdulillah, I managed to finish the book in a day (it's quite thin anyways - around 150 pages). Alhamdulillah, the book gave me more knowledge and understanding about the mystery of Solat Subuh. Like what Ustaz Zaharuddin said, if you do something with knowledge, you would get pahala berlipat-lipat ganda (insya Allah), compare to doing something without knowledge. (For example, if all these times you were told - without knowing for sure - that it is better for you - muslimah - to do your solat at home rather than at mosque and you just do it, then you would get, for example one pahala. BUT if you know, with certain, through knowledge that you read, or found, or told with certainty, that it IS better for you to solat at home, more specifically in your room, rather than at the mosque (given the situation that you are at home, and not outside travelling), then when you kerjakan, you would more likely get 27 pahala (insya Allah) - which is the same pahala you would get if you were to solat berjemaah at mosque.) I'm like WHEE~!

Anyways, back to this. Throughout the book, the author gave example of how the non-muslims in the West would wake up most like around the time it is for Solat Subuh for the muslims, and for what? To get ready to face the day, traffic, to go to work. And heavens, they woke up around Subuh prayer time or even earlier than that, why? So that they could arrive at work in time.

Mereka bangun pagi untuk kehidupan dunia, pada saat yang bersamaan dengan waktu solat Subuh. Hajat kemanusiaan mampu mendorong mereka untuk bangun pagi-pagi. Namun mengapa seorang mukmin tidak mahu mengerahkan segenap potensinya untuk menyamai mereka bangun pagi?

Bayangkan, kerana cinta anjing mendorong pemiliknya untuk bangun untuk menghirup udaha pagi yang segar, sedangkan cinta Allah tidak mendorong seorang hamba untuk bangun....?!

Ini adalah ujian yang Allah sediakan untuk hamba-Nya. I have heard so many excuses for not waking up for Fajar. Some were quite ridiculous, to be honest. And it all comes back to your heart, niat and intention. If you WANT, then you WOULD DO IT - regardless of what the circumstances are.

Ujian memiliki ciri-ciri khusus. Pertama; ujian haruslah sulit. Sebab kalau ujian tidak sulit, bahkan sangat mudah, maka semuanya akan lulus, baik mukmin maupun munafik. Akhirnya ujian tidak bisa membedakan antara mukmin dan munafik.

Kedua; ujian tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil. Sebab, kalau ujian tersebut mustahil untuk dilakukan, maka kedua-duanya akan gagal, baik mukmin maupun munafik.

Allah subahanallahu ta'ala berfirman:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya" (Al-Baqarah: 286)

Ketiga; ujian ini harus seimbang. Artinya, sulit bagi munafik untuk lulus dalam ujian itu. Namun buka berarti pula mustahil untuk dilakukan. Sehingga terbuka kesempatan bagi mukmin untuk lulus dalam ujian tersebut.

Furthermore, looking back at the history of Nabi Muhammad sallahualayhi wassalam and the wars that happened, the Muslims usually gained victory only after they started fighting when solat Subuh has been done.

Orang-orang soleh dari umat ini selalu memulai perang setelah solat Subuh, bukan sebelumnya, agar solat mereka tidak tertinggal. Kerana waktunya sangat singkat, sehingga didapati saat-saat yang sangat diberkahi pada permulaan hari. Mereka menyempatkan diri memohon Allah azza wajalla untuk mendapat kemenangan

Even Al-Musawar bin Mukharamah rahmatullah menceritakan bahawa ia menjumpai Umar bin Al-Khattab pada malam tertikamnya walaupun kondisi lukanya parah tetapi Umar tetap bangun untuk solat subuh seraya berkata, "Ya, tidak akan mendapat keuntungan sedikitpun dalam Islam bagi orang yang meninggalkan solat". Walaupun darah masih segar mengalir dari luka tikamannya!! Subahanallah!

Seluruh urusan dunia seiring dengan waktu solat, bukan waktu solat yang harus mengikuti urusan dunia...

"Jika kamu menolong (agama) Allah, maka pasti ia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (Muhammad:7)

Sungguh Allah akan menolong orang yang menolong agamanya, sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa" (Al-Hajj:40)

Akhiran, kita tanya - apakah masyarakat ideal?

Yang terdiri dari mereka yang mempunyai jabatan, kekuasaan, harta?

Yang terdiri daripada aktris, penyanyi dan aktor?

Yang terdiri dari para dosen di perguruan tinggi meski mereka orang-orang yang sekuler, atau para pakar dan ilmu pengetahuan - walau mereka itu rapuh, atau pedagang dan pemilik pabrik besar - sekalipun mereka ingkar?

LA! NO!

Masyarakat ideal yang hakiki adalah mereka yang terdiri dari orang-orang yang menjaga solat Subuh dengan berjemaah! Carilah mereka yang lulus ujian Allah!!

Sesungguhnya saat ini orang-orang yang rusak dalam masyrakat jauh lebih banyak dibanding orang-orang soleh yang melaksanankan solat Subuh. Kemaksiatan, dosa, dan kejahatan dalam masyarakat jauh lebih besar jumlahnya daripada orang-orang yang merindukan kedekatan dengan Allah. Begitu mudah menghitung orang-orang yang merindukan kebaikan, kemudian ia campakkan hangatnya kasur, nikmatnya istirehat, dankenikmatan dunia. Dia tinggalkan berbagai macam janji dengan orang lain untuk menghadap Allah, mendatangin rumahNya pada jam yang telah ditetapkan! Subahanallah!

If we were able to make time to meet with our beloved one, then how come we are reluctant to make time to the ONE we SHOULD LOVE THE MOST OF EVERYONE ELSE AND OF ALL THINGS? Tepuk dada, tanya iman!

Allah subahanallahu ta'ala berfirman dalam Surah Al-'Isra, ayat 78:

dan (dirikanlah pula solat) subuh. Sesungguhnya solat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)

Ingatlah hatiku,

As-solaatu khairum minan naum - solat itu adalah lebik baik daripada tidur.

(kurangkan tidur untuk Allah, atau tidur awal untuk bangun awal kerana Allah - tapi jangan tidur lepas solat subuh! huhuh atau OVER-tidur!! lol)

ps. It is a reminder to me first and foremost, the one who is still mendidik hati dan diri untuk mencari keredhaan Allah.

pps. I can't wait to sleepoverrrr!! ;)

Saturday, March 01, 2008

Demi Matahari - Snada



Did you know:

  • This nasheed is taken from Surah Asy-Syams which means "Matahari" or "The Sun".
  • It is the 91st Surah in The Glorious Al-Qur'an
  • The Ayat taken from 1-10.
  • It is one of the ESQ 165 Way Theme Songs
  • Ness remembers the steps of this nasheed. (whispers *she practices them even in her sleep* lol WUBS YEWW!

Sunday, February 24, 2008

Peringatan.

Rasullullah S.A.W pernah bertanya kepada iblis, "Wahai Iblis! Apakah ikhtiarmu ke atas umatku. Aku telah dibangkitkan untuk menyelamatkan semua umat manusia agar beriman kepada Allah S.W.T."

Jawab Iblis: "Ya Rasullullah, demi kemuliaanmu aku akan bersungguh-sungguh menyesatkan umat manusia dari mengikuti ajaranmu. Aku akan mencampurkan lelaki dengan wanita supaya mudah aku mencelah di tengahnya."

Tanya Rasullullah lagi: "Wahai Iblis! Apa lagi yang engkau musykilkan?"

Jawab Iblis: "Ya Muhammad! Sebenarnya aku amat hairan dengan sikap umatmu dalam dua perkara iaitu:

Mereka mengakui menyintai Allah S.W.T tetapi pada masa yang sama mereka masih melakukan maksiat dan perbuatan munkar. Kedua, mereka sangat benci akan tabiatku tetapi mereka masih mahu mengikut segala hasutanku."

Firman Allah kepada Iblis: "Sememangnya engkau adalah makhluk terkutuk, demi kemuliaanKu, akan Aku berikan kepada umat Muhammad dua kegembiraan iaitu: kecintaan mereka terhadapKu akan Aku jadikan penebus dosa di atas kesalahan yang telah mereka lakukan kerana helahmu. Kedua, marahnya mereka terhadapmu akan Aku jadikan penebus dosa bagi maksiat yang telah mereka lakukan..."

Maka tercenganglah Iblis mendengar penjelasan sedemikian dari Allah S.W.T. Sedarlah Iblis bahawa umat Muhammad adalah umat yang disayangi Allah S.W.T yang Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.

source: here

.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.

Masya Allah.

Which of Allah favours can we deny, really?

.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.

Imam Ghazali r.a telah menggariskan kepada kita sepuluh perkara yang menyebabkan syaitan bermaharajalela di lubuk hati kita....


1. Marah dan Syahwat

Allah s.w.t. berfirman: "Sesungguhnya Allah tiada menyukai orang yang sombong lagi mengangkat diri" (Surah Luqman:18)

Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda: "Senyuman kepada saudaramu adalah sedekah"

Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersadba: "Orang yang memulakan memberi salam adalah terlepas daripada sifat sombong dan takabbur" (Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib)


2. Hasad Dengki dan Tamakkan Dunia

Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda: "Siapa yang belajar ilmu agama yang seharusnya untuk mencapai keredhaan Allah s.w.t. tiba-tiba dipelajarinya hanya untuk mencapai tujuan dunia, maka dia tidak akan dapat bau syurga pada hari kiamat" (Riwayat Al-Nasai dari Abu Hurairah r.a.)


3. Kekenyangan Akibat Makan Terlalu Banyak

Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda: "Bukan seorang Musmin orang yang kenyang sedangkan tetangga disebelahnya kelaparan (sedang dia mengetahui)" (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)


4. Terlalu Menghias Diri

Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda: "Bukahlah kemuliaan itu dengan memakai pakaian cantik dan bersegak tetapi ia adalah dengan ketenangan (sopan santun) dan merendah diri" (Riwayat Ad-Dailami)


5. Keinginan Mengampu

Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda: "Seandainya seorang kamu keluar membawa tali (ke hutan) lalu pulang membawa seberkas kayu api lantas kayu itu dijualnya di mana dia mendapat kehormatannya, maka perbuatan itu adalah lebih baik daripada dia meminta-minta, sama ada diberi ataupun tidak (Riwayat Bukhari)


6. Harta dan Wang Ringgit

Daripada Kaab bin Iyad r.a. katanya, aku mendengar bahawa Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda: "Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta" (Riwayat Al-Tarmizi)


7. Lokek dan Takut Miskin

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda" "Firman Allah s.w.t. (dalam hadith Qudsi) "Wahai anak Adam, belanjakanlah harta kamu, nescaya akan digantikan semua oleh Allah kepadamu" (Riwayat Bukhari & Muslim)


8. Terlalu Fanatik,Taasub dan Berdendam


Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda: "Sesiapa yang beriman kepada Allah s.w.t. dan hari akhirat, maka hendaklah ia bercakap baik ataupun diam" (Riwayat AL-Bukhari & Muslim)


9. Terlalu Memikirkan Tentang Zat dan Sifat Allah SWT Tanpa Ilmu Pengetahuan dan Diluar Batas Akal Fikiran Manusia



10. Sangka Buruk Sesama Kaum Muslimin

"Hai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu mengumpat sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Peneriman taubat lagi Maha Penyayang" (Al-Hujurat, Ayat 12)

Dari Abi Hurairah berkata: Bersabda Rasulullah s.a.w.: Aku peringatkan kamu dari prasangka sesungguhnya prasangka itu adalah bisikan yang paling bohong. Dan janganlah kamu mencari-cari rahsia (kelemahan, ke'aiban dan keburukan saudaranya), janganlah merasa-rasakan (yang bukan-bukan), janganlah kamu melakukan pertengkaran, jangan berhasad (dengki), jangan berbenci-bencian, janganlah membelakangkan (saudaramu seagama). Dan jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara" (Riwayat Al-Bukhari)

*********************

Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda: "Tiap mata pasti akan menangis pada hari kiamat kecuali mata yang dipejamkan dari segala yang haram dan mata yang berjaga malam dalam jihad fisabilillah dan mata yang menitiskan air mata walaupun sebesar kepala lalat kerana takutkan Allah s.w.t." (Riwayat Abu Naim)

Source:

http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/mutiarakata.htm

http://www.muslimdiary.com/readarticle.php?article_id=159

Tuesday, February 19, 2008

Muhasabah Diri.

SIFAT TAKBUR PENYAKIT JIWA MEMBINASA DIRI
OLEH: Majlis Agama Islam Negeri Kedah

SIDANG HADIRIN YANG DIRAHMATI ALLAH,
Bertaqwalah kepada Allah dengan mengerjakan segala suruhan-Nya dan menjauhkan segala larangan-Nya. Sifat takbur adalah merujuk atau sinonim kepada sifat-sifat sepertri sombong, angkuh, bermegah-megah, ego dan menganggap orang lain atau puak lain lebih rendah daripada dirinya atau puak/golongannya.

Sifat ini tergolong dalam kumpulan sifat-sifat keji (mazmumah) dan tidak disukai sama sekali oleh Allah S.W.T, sebagaimana peringatan Allah di dalam surah An-Nahl ayat 23:

Maksudnya:"Sebenarnya, bahawa sesungguhnya Allah mengetahui akan apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka zahirkan. Sesungguhnya Dia (Allah) tidak suka kepada orang-orang yang sombong takbur itu".
Rasulullah S.A.W. pernah berkata kepada Abu Zar r.a.:"Wahai Abu Zar! Barangsiapa yang mati manakala di dalam hatinya ada sebesar debu daripada sifat-sifat takbur, maka dia tidak akan mencium bau syurga kecuali dia sempat bertaubat sebelum maut menjemputnya" .

SIDANG JEMAAH JUMAAT YANG MULIA,

Manusia yang berlagak takbur akan sentiasa dilaknat oleh Allah, kerana mereka menyaingi kebesaran dan keagungan Allah. Juga kerana mereka telah membesarkan diri mereka sendiri, bukan orang lain yang membesarkannya. Mereka seumpama iblis di mana pada mulanya merupakan makhluk yang sangat kuat beribadah, tetapi akibat buruk daripada sifat takburnya, maka dalam masa satu saat sahaja dia dilaknati oleh Allah S.W.T, hingga ke hari ini dan sampai kiamat.

Demikianlah juga segala niat dan perbuatan kita, andainya ditegakkan di atas dasar/sikap takbur, maka akan hancur lebur dan sia-sialah hidup serta amalan kita. Dengan kerana takbur itu hajatnya akan ditolak, puasanya sia-sia, sembahyangnya akan membawa kecelakaan. Salman Al-Farisi r.a. adalah antara seorang sahabat Rasulullah S.A.W, ketika ditanya: ‘Apakah perbuatan buruk yang menyebabkan semua kebaikan menjadi sia-sia? Beliau menjawab: Takbur.

Janganlah kita merasa membanggakan diri dengan ilmu yang banyak dan tinggi, sehingga menganggap orang lain semuanya bodoh dan jahil belaka. Takbur merupakan sifat Allah, kerana Allah tiada mempunyai saingan. Tiada sesiapa yang mampu mengatasi atau menandingi-Nya dalam kekuasaan dan kebijaksanaan Allah. Andainya, sifat berkenaan kita guna pakai, maka sudah tentulah kita sudah tersalah guna sifat kebesaran dan keagungan Allah S.W.T.

Mengenai hal ini Allah S.W.T berfirman:

Maksudnya:"Dan janganlah kamu memalingkan muka mu (kerana memandang rendah) kepada manusia dan janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan berlagak sombong. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada setiap orang yang sombong, takbur lagi membangga diri". (Surah Luqman ayat: 18).

Kesombongan bukan sahaja merugikan manusia, malah mengheretnya kepada kehinaan di akhirat kelak.
Haritsah bin Wahab r.a. berkata Nabi S.A.W bersabda yang bermaksud:"Mahukah kamu aku beritahu tentang ahli neraka? Iaitu setiap sifat keras hati, berjalan dengan angkuh dan sombong". (HR Muttafaqun 'alaih).

SIDANG JEMAAH JUMAAT YANG MULIA,

Di antara sifat tawaduk Rasulullah S.A.W. ialah apabila Baginda bertemu sesama Islam, Baginda yang terlebih dahulu memberi salam dan apabila berjabat salam tidak akan dilepaskan tangannya, kecuali orang itu yang melepaskannya dahulu.

Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali Rahimallahu 'anhu di dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, menegaskan bahawa sifat takbur dan keangkuhan itulah yang telah menyebabkan Allah mengusir iblis keluar dari syurga kerana keengganannya untuk sujud kepada Nabi Adam a.s.

Kisah tersebut digambarkan dengan jelas di dalam surah Shad, ayat 71 hingga 85. Setelah Allah mencipta Adam lalu diperintahkan kepada semua malaikat agar sujud kepada Nabi Adam a.s., sebagai tanda penghormatan terhadap penciptaan dan kekuasaan Allah. Semua malaikat patuh kepada arahan tersebut kecuali iblis. Lalu iblis berkata, seperti yang tercatat dalam ayat 76, surah Shad yang bermaksud:

Maksudnya:"(Iblis berkata kepada Tuhan):'Aku lebih baik daripadanya (Adam), kerana Engkau ciptakan aku daripada api, sedangkan dia, Engkau ciptakan daripada tanah".

Iblis enggan sujud kepada Nabi Adam a.s., kerana meyakini bahawa martabatnya lebih tinggi daripada martabat Nabi Adam. Walaupun iblis sedar bahawa dia juga adalah ciptaan Allah Ta'ala, tetapi masih mahu bersikap sombong terhadap penciptaannya. Iblis yang sudah terusir itu, menambah lagi keangkuhannya dengan bersumpah bahawa dia akan menyesatkan keturunan Adam sehingga hari kiamat. begitulah sifat iblis, bukan hanya sekadar sombong, tetapi ditambah lagi dengan sifat dengki, khianat dan dendam kesumat yang tidak berkesudahan.

Imam Al-Ghazali rahimahullah Ta'ala, seterusnya menghuraikan bahawa sifat takbur terbahagi dua. Iaitu: Takbur bathin (yang tersirat dalam hati) dan kedua, takbur lahiriah (yang terserlah dalam bentuk perbuatan dan perkataan). Kadang-kadang dijelmakan menerusi bahasa badan, seperti melalui mimik muka, gerak mulut, gerak tangan atau kaki, gerak keseluruhan badan seperti lagak berjalan dan sebagainya.

SIDANG JUMAAT YANG BERBAHAGIA,

Antara faktor-faktor yang menyebabkan seseorang itu bersifat takbur ialah faktor keturunan, kecantikan rupa paras, kekayaan harta, kelebihan ilmu, kesihatan, kekuatan, kuasa dan pengaruh serta usia muda.

Ciri-ciri sifat takbur pula, ditandai dengan beberapa ciri: Antara lain ialah suka dipuji, pantang dikritik, kagum dengan pandangan sendiri, suka meremehkan pandangan orang lain dan sukar untuk menerima nasihat atau tunjuk ajar daripada orang lain. Imam Al-Ghazali merumuskan, bahawa seburuk-buruk sifat takbur ialah orang yang tidak mahu mengambil sesuatu manfaat daripada sesuatu ilmu pengetahuan serta tidak mahu tunduk kepada kebenaran, walaupun kebenaran tersebut telah terbukti.

Segala sifat itu perlu dihindari, kerana ia bukan hanya boleh merosakkan keperibadian seorang individu, malah boleh meruntuhkan sebuah tamadun dan peradaban ummah. Apabila sifat angkuh dan sombong menguasai diri, akan hilanglah keseimbangan diri dan sikap rasional, maka tindakan mereka lebih menjurus ke arah mencapai kepuasan diri serta mengikut hawa nafsu masing-masing. Sekiranya sifat takbur berleluasa dan tidak dibendung, maka akan runtuhlah sebuah peradaban.

Justeru itulah, Ibnu Khaldun dalam karyanya 'Mukaddimah' menegaskan bahawa setelah beliau menganalisa sejarah kejatuhan dan kebangkitan satu-satu banga, beliau merumuskan bahawa keangkuhan, kesombongan, sifat suka bermegah-megah dan kerendahan akal budi adalah tanda-tanda kehancuran sesebuah tamadun.

Masyarakat yang bertamadun, berteknologi tinggi dan berakhlak mulia hanya akan terhasil dengan satu sistem tarbiah (pendidikan) yang menekankan prinsip iman, ihsan dan taqwa. Ihsan dan taqwa membawa maksud, walaupun kita tidak melihat Allah secara fizikal, tetapi kita dapat merasakan dalam jiwa bahawa Allah sentiasa melihat kita dan mengetahui apa sahaja yang kita lakukan. Sifat ini, andainya diterapkan/ditanamk an ke dalam jiwa akan membentuk jiwa yang lebih tawaduk (rendah diri atau tahu diri) dan sentiasa mengingati serta menggeruni kehebatan dan kebesaran Allah, sekaligus dapat menghindarkan diri daripada sifat takbur.

Sifat tawaduk dan syukur membawa keberkatan, kemajuan dan kemuliaan. Manakala sifat takbur, sombong dan kufur membawa kehancuran diri, ahli keluarga, masyarakat dan umat seluruhnya.

SIDANG JEMAAH YANG DIRAHMATI ALLAH,

Selain daripada saranan yang diutarakan oleh Imam Al-Ghazali itu, maka mimbar ini ingin memberi beberapa tambahan atau tips, bagaimana hendak mengatasi sifat takbur yang kadang-kadang menyerang diri kita secara tiba-tiba.

Apabila sifat tersebut timbul disudut hati kecil kita yang berkaitan dengan keturunan, kecantikan, kekayaan, keilmuan, kuasa dan pengaruh. Maka, sedar dan ingatlah bahawa bukan kita sahaja secara mutlak yang mempunyai keturunan, kecantikan, kekayaan, ilmu, kuasa dan pengaruh. Malah masih ramai lagi individu atau kumpulan lain yang memiliki taraf yang sama dengan kita atau malah melebihi kita dalam banyak perkara.

Juga hendaklah disedari bahawa kecantikan, kekayaan, ilmu, kuasa dan pengaruh itu tidak akan kekal lama. Lambat laun ia menuju kemerosotan, hilang, hancur dan luput dari diri kita. Akhirnya, dimanakah ha\endak kita meletakkan diri dalam masyarakat apabila faktor-faktor itu telah hilang atau luput daripada kita, tidak mustahil kemungkinan kita akan dipinggirkan. Kerana itu, sama-samalah kita menghindarkan diri daripada sifat-sifat mazmumah; sifat takbur, sombong dan angkuh, disamping berusaha melatih diri, jiwa, hati dan akal menjadi orang yang bersifat tawaduk dan bersifat mulia. Mudah-mudahan kita selamat dan berbahagia di dunia dan akhirat.

========================

Assalamu'alaikum dearest,

Yeah, I don't quite got the mood to blog much today, but for reminders, anytime bebeh!! Insya Allah, mudahan ani menjadi iktibar dan peringatan buat diri ana first and foremost.

Dari Maawiyah r.a ,Dari Rasulullah s.a.w bersabda : Barang siapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikkan dia diberi faham dalam agama, sesungguhnya aku hanya menyampaikan dan Allah yang memberi, dan selagi umat ini kekal berpegang kepada Allah selama itulah orang yang berlawanan (menentang) dengan mereka tidak akan dapat merosakkan mereka sehingga dikehendaki Allah.

It's a forwarded email and I just couldn't bear to keep it all to myself, in my inbox... rather, copy paste and voila!

Dari Abu Hurairah r.a katanya, sabda Rasulullah s.a.w : Barangsiapa mengetahui sesuatu ilmu lalu dia menyembunyikannya, maka ia akan dikenakan Allah dengan kekang dari api neraka pada hari kiamat.

Semoga ia menjadi peringatan buat kita semua, dan semoga kita tidak tergolong dari orang-orang yang rugi. Sesungguhnya pintu taubat itu terbuka luas untuk kita, hanya menunggu masa kita untuk terbuka hati untuk kembali kepada-Nya (sebelum terlambat).

Dari Anas r.a , Rasulullah s.a.w bersabda : Tidak sempurna iman seseorang kamu sehingga ia mengasihi saudaranya seperti mana ia kasih akan dirinya sendiri.

So, uhhibbukum fillah!!

Fi'amanilillah~

Wednesday, December 19, 2007

show me the love~

Assalamu'alaikum WBT,

Warning: Rojak post.

'Twas great to see my girls tadi. Alhamdulillah. Apologies girls, I had to leave early. Duty calls. =)

Honestly, it wasn't enough, maunya the WHOLE day baru siuuukkk! So I'm looking forward for Friday sessions!! Yay yay!

You can call it iman-refreshing week/day or iman-recycling week/day but being around these girls give me that peace I can't really describe. It's like there's 'something' that we all share and it's the LOVE that's unbelievably tying us together. Masya Allah, kalau buleh I want everyone to feel what we feel when we get together.

Buleh I'm missing you girls already?

Sweetiebums: we miss you!!!

Salam Aidil Adha
everyone. I was watching a program on Astro Oasis called 'Lambaian Kaabah', I can't help but cry again. I'm a wee bit emotional nowadays.

S was telling us about a coupla girls that she had ta'aruf session with recently, and she said that, (along the lines of the story) "sebesar mana pun dosa tani, kalau tani bertaubat dengan sebenar-benar taubat dan janji untuk inda mengulangi perbuatan atu, maka pengampunan Allah lagi besar dari dosa tani atu pasal Allah yang Maha Pengampun..." and I was hiding my beating heart and tears just thinking about it. It was like flashback of what I've done during my jahiliyah times, and I can't help but thanking Allah for giving me the chance to know Him and to know Him indeed is to love Him. Masya Allah.

Not too heavy yeah? Yang penting ialah 'pemahaman kitani tentang Islam'. So what if you've been labelled or called as 'ustazah' just because you wear your tudung a wee bit bigger than everyone else (been there)? At least you're mentaati perintah Allah s.w.t. and you're doing it to please Allah and none other. Dakwah is not a job specifically for ustaz or ustazah... but dakwah is our responsibility as a muslim first and foremost. If you think the word itself possess the meaning of 'extremism' or 'alim', then you've misunderstood the concept. True, you can't just blindly dakwah someone when you see something wrong with that person, but to do so, there's also 'a way' so that you won't scare them off. And to learn the ways, several things you have to keep in mind first and foremost... (this is why halaqah sessions are interesting)

Say for example, if you wear a tudung but still fails to tone down the ghibah (backbiting) then what's the use of that tudung but to give bad impression to all the other muslimahs who wear tudung for the sake of Allah? I do salute you for wearing the tudung in the first place, but I pray that one day, you'll realize the beauty of hijab and understand that your hijab is a reflection of your personality. With hijab, I pray that your haya' and shyness comes hand in hand to reflect the true muslimah identity that Islam gives to us women. It is a process. I've been through it, and so do other sisters. You're not alone. We've been there. Once you understand the concept of 'hijab and covering up', then everything else, insya Allah will fall into place.

So what are you afraid of, my sisters?

Cukuplah Allah bagiku... Allah is enough for me...

"Iman meningkat dengan taat dan menurun dengan membuat maksiat..."

Sunday, November 18, 2007

Rojak-ed.

Salaam 'Alaykum...

Masya Allah, a week has gone by so fast, it feels like just yesterday I attended the 'other' halaqah group with Ness every Wednesday... and in a few days, Wednesday's coming =) I AM EXCITED!

Our Muslimah Halaqah, insya Allah, is up and running again. ALL IS WELCOME! For more details, leave any of the members any message. (Points to links under Halaqah Muslimah)

I was digging up old pictures and I laughed my head off when I saw old pictures when we were 'young' and freshies at ITB. That's SIX YEARS AGO!! What's more funnier is when I stumbled across 'early' pictures of then-strangers and now-not-strangers-anymore. FUNNY YO!

I do miss our great times as students at ITB. Group assignments, presentations, stress! =) I'm so proud of all of you. I do miss everyone, now that everyone's heading their own lives, working, starting family :) All the best guys!

Then, off to reminiscing my UK years. Changes that I decided to do. Difficulties that I had to endure, people that I hurt in the process, people that I met and fell in love with along the way, for the sake of Allah... all in all, it has taught me one very important lesson - BE PATIENT and TRUST THAT ALLAH IS ALWAYS WITH YOU, provided that you remember Him, of course ;)

Surah Ar-Ra'd, Ayat 27-28, Allah berfirman, yang tafsirnya lebih kurang berbunyi;

...."Sesungguhnya Allah Menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan Memberi petunjuk orang yang bertaubat kepadaNya," (iaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenteram"

=)

My Sirah Nabi Muhammad s.a.w. reading is almost done. I intend to finish reading it before flying off to UK soon, insya Allah. To be honest, I don't want to finish it... hehehe.. but since it's not mine to keep (*whispers* it's Ness's), so with a heavy heart, I am aching to reach the ends of the pages. Insya Allah, mudahan mendapat berkat dan manfaat. I'm falling in love over and over again. Butterflies and tears comes hand in hand. The emotions are truly indescribable. Islam really is a beautiful religion. And our beloved Prophet is the best example of the kindest, most humblest, patient, (I can't even think of other words to describe him) man to sebarkan Agama Allah.

To know him is truly to love him more and more. (Note: READ SIRAH NABI MUHAMMAD S.A.W.)

Thanks to tarbiyah sessions with Ustaz Salam for the past few weeks, that has opened my heart and mind to learn more about Nabi Muhammad s.a.w. and his life. Thanks to my halaqah muslimahs for having the same 'tujuan' to better ourselves, insya Allah.

On a different note, I've ordered books from Malaysia via email. Alhamdulillah, within a week, the books arrived and I am keeping them in queue for my UK trip. Them are:

1. Jalan Dakwah Muslimah
2. Soalan untuk Wanita di Hari Kiamat

ps. Authors I don't know since the books are in my big bag. But insya Allah, mudahan mendapat manfaat dan dapat meningkatkan iman =)

note to self: Allah gives you what you need, not what you want ;) Allah knows best!! He is indeed the best planner...

"...dan boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia tidak baik bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"
(Surah Al-Baqarah, Ayat 216)

Wallahu'alam.

Sunday, May 13, 2007

A reminder for myself.

KENAPA AKU DIUJI?
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta." -Surah Al-Ankabut ayat 2-3

KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." -Surah Al-Baqarah ayat 216

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." -Surah Al-Baqarah ayat 286


RASA FRUST?
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yg beriman." - Surah Al-Imran ayat 139

BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)." -Surah Al-Imran ayat 200

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" -Surah Al-Baqarah ayat 45

APA YANG AKU DAPAT DRPD SEMUA INI?
"Sesungguhnya Allah telah membeli dr org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... ..

-Surah At-Taubah ayat 111


KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain drNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal." -Surah At-Taubah ayat 129

AKU DAH TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!
"... ..dan jgnlah kamu berputus asa drp rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir."
-Surah Yusuf ayat 12

Source: http://ahas.multiply.com


On Hiatus commencing now.
If Allah brings me to it, He will bring me through it, insya Allah.

Saturday, May 05, 2007

Got Love....?



In the midst of my readings for the exam that's coming in ten days, I can't help but read through the pages of this book which came in a few days ago.

So far so good. In fact, I would definitely recommend this book to everyone, who's in love, supposedly looking for love, get sick and tired of love and talking about it, or simply, who wants to find out more and understand what 'love' really is.

Besides, it's a good remedy for the heart. My heart, in particular :)

Lately I've been 'exposed' to questions regarding emotions and feelings, how I admitted willingly to my confidant (you know who you are, Ness - lol) that being so out of it, I feel incompetent on how to 'deal' with a relationship if one is to offer me it in a platter. Allah knows best, when that's gonna happen.

One quote I got from the reading so far is this:

"Cinta yang dicari adalah lebih baik, tetapi cinta yang didapati tanpa dicari adalah lebih baik"

Make sense, no? :D

Anyways, pokoknya, the reading so far covers issue such as love and its boundaries and from Islamic perspectives, plus it adds on more towards our 'budaya' (culture). (fyi Ness, there's a few things I wanna share with you as well - about moderation and perfection - if I can still remember the pages teehee) And since it's written in Malay, and the author is Malaysian, so there are a lot of things that we could relate to our everyday life, especially back home.

And I've been contemplating to shut down go on hiatus from the blog, so insya Allah, when the time is right, then it'll happen.

Until then, take care everyone. Allah hafiz. Be safe.

<3

Salaam.

Sunday, December 31, 2006



Salaam.

Such a long list, but you've got all the time in the world, don't you? Mudahan kita sama2 mendapat iktibar, insya Allah :)

Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa menghadap Allah (meninggal dunia), sedangkan ia biasa melalaikan Shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan sedikit-pun perbuatan baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)". (Hadist Riwayat Tabrani)


100 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

1. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
2. Sabar apabila mendapat kesulitan;
3. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
4. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
5. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
6. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
7. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
8. Jangan usil dengan kekayaan orang;
9. Jangan hasud dan iri atas kesuksesan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksesan;
11. Jangan tamak/pelit kepada harta;
12. Jangan terlalu ambisius akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan bekeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri;
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti perasaan ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah dan di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syetan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Bersihkan harta dari hak-hak orang lain;
42. Berlakulah adil dalam segala urusan;
43. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;
45. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
46. Perbanyaklah & menyambung silaturahmi;
47. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
48. Bicaralah secukupnya, jangan berbicara dengan berteriak;
49. Beristri/ bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
50. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
51. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
52. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
53. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
54. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
55. Hormatilah kepada guru dan ulama;
56. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
57. Cintailah keluarga Nabi Muhammad SAW;
58. Jangan terlalu banyak hutang ataupun royal;
59. Jangan terlampau mudah berjanji;
60. Selalu ingat akan saat kematian dan sadar bahwa kehidupan dunia adalah kehidup an sementara;
61. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yg tidak bermanfaat seperti mengobrol yg tidak berguna;
62. Bergaullah dengan orang-orang shaleh;
63. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
64. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
65. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
66. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi, balaslah dengan kebaikan;
67. Jangan membenci seseorang karena paham dan pendirian ataupun beda pendapat;
68. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
69. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuai pilihan;
70. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan;
71. Jangan melukai hati orang lain;
72. Jangan membiasakan berkata dusta;
73. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
74. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
75. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
76. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita;
77. Jangan membuka aib orang lain ataupun berburuk sangka;
78. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
79. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
80. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
81. Jangan minder karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
82. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara;
83. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
84. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
85. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
86. Hargai prestasi dan pemberian orang;
87. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
88. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan;
89. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agam a dan kondisi diri kita;
90. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisik atau mental kita menjadi terganggu;
91. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
92. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
93. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu, dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
94. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yg menyangkut teman kita, sebelum dicek kebenarannya;
95. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
96. Sambutlah uluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
97. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuan diri;
98. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tantangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
99. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerusakan;
100. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang;